Thursday, 16 August 2018

Kalapas Diperiksa Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang

Kamis, 17 Mei 2018 — 21:47 WIB
Brigjen Tagam Sinaga saat dikonfirmasi

Brigjen Tagam Sinaga saat dikonfirmasi

LAMPUNG -Hasil pengembangan dari penangkapan empat tersangka pengedar narkoba yang dikendalikan napi, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, memanggil Kepala Lapas Kelas II A Kalianda, Muchklis Adjie untuk diperiksa terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Ya benar, jadwal pemeriksaan terhadap Kalapas Kalianda dilakukan Jumat 18 Mei 2018, surat pemanggilannya sudah dilayangkan Selasa 15 Mei 2018 kemarin,”kata Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga.

Dikatakannya, pemeriksaan tersebut, merupakan hasil pengembangan perkara peredaran narkotika di dalam Lapas kalianda. Selain itu juga, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dari pihak Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) dengan Direktur TPPU BNN Pusat. Karena hasilnya nanti, merupakan salah satu bukti penting dari penyidikan perkara tersebut.

Tagam mengaku sudah bertemu dengan Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung, Bambang Haryono. Hasil pertemuan tadi, bahwa Kalapas Kalianda, Muchklis Adjie dan KPLP, Sutardjo sudah dinonjobkan. Dengan demikian, dapat mempermudah dilakukan penyelidikan.

“Hasil pertemuan tadi, Kakanwil siap kooperatif dengan BNNP. Maka dengan dinonjobkan Kalapas Kalianda, mudah-mudahan bisa datang memenuhi panggilan untuk diperiksa. Ya kalau sampai panggilan berikutnya tidak datang, kita akan lakukan jemput paksa dan kami sudah kordinasi dengan kakanwil,”ungkapnya.

Mengenai pemanggilan Kalapas Kalianda tersebut, kata Tagam, sebagai saksi berkaitan sejauh mana mendengar, melihat dan mengetahui mengenai peredaran narkotika di dalam Lapas tersebut dan pemeriksaan saksi tersebut selama 1×24 jam.

“Ya kalau hasil dari pemeriksaan nanti adanya bukti lain yang menguatkan adanya keterlibatan, kita bisa naikkan statusnya jadi tersangka. Sementara mengenai keterlibatan dengan KPLP, kami lihat dulu bagaimana nanti,”terangnya.

Ditegaskannya, mengenai hasil pemeriksaannya nantinya apakah status Kalapas tersebut menjadi tersangka atau tidak, bisa diputuskan setelah hasil pemeriksaan yang akan dilakukan Jumat nanti.

“Saya gak mau berandai-andai, yang jelas kalau penyidik sudah menyerahkan hasil pemeriksaannya ke saya, saat itu juga saya sudah bisa langsung pastikan statusnya,”jelasnya.

Jenderal bintang satu ini menambahkan, untuk hasil pemeriksaan rekening Kalapas yang sebelumnya disita saat penggeledahan, pihaknya belum bisa menyampaikan karena masih dalam pemeriksaan pihak bank.

“Masih diperiksa rekeningnya, kita tidak bisa dong sampaikan karena itu wewenang bank. Kecuali kalau sudah diserahkan, baru bisa sampaikan. Yang jelas, akan saya buka mengenai kasus ini tidak ada yang disembunyikan,”pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Tim BNNP lampung yang dipimpin oleh Plt Kabid Pemberantasan BNNP, Richard P.L Tobing menggeledah rumah dinas (Rumdis) Kalapan Kelas II Kalianda, Muchklis Adjie yang berada di samping Lapas, Jumat 11 Mei 2018 sore.

Dalam penggeledahan tersebut, selain rumah dinas Kepala LP Kalianda, petugas BNNP Lampung juga menggeledah dua tempat kos sipir jaga.

Penggeledahan tersebut, merupakan tindak lanjut hasil pengembangan adanya indikasi transaksi (setoran) dari penangkapan empat tersangka pengedar narkoba yang dikendalikan oleh Napi Lapas Kalianda, dengan menyita barang bukti 5 kilogram sabu-sabu dan 5.100 butir pil ekstasi, Minggu 6 Mei 2018 lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Kasus tersebut, melibatkan oknum Polres Lampung Selatan, sipir Lapas Kalianda, napi penghuni Lapas Kalianda dan satu warga sipil Hendri Winata yang tewas ditembak saat dilakukan penangkapan.

“Sebelum melakukan penggeledahan di rumah dinas Kepala Lapas Kalianda ini, kami melakukan pemeriksaan terlebih dulu terhadap KPLP Kalianda di kantor BNN Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu juga, kami periksa dua sipir yang berjaga pada malam itu,”kata Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard P. L Tobing saat ditemui di lokasi penggeledahan, Jumat 11 Mein 2018. (Koesma/b)