Tuesday, 14 August 2018

Kontras: Koopssusgab Perkeruh Suasana

Kamis, 17 Mei 2018 — 22:49 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA -Pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) yang diinisiasi Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Pur) Moeldoko dinilai hanya memperkeruh upaya penanganan terorisme

“Sesuai Undang-Undang No. 34 tentang TNI, pembentukan lembaga seperti itu harus berdasarkan keputusan politik negara. Tapi ini saya melihat pembentukannya karena didasari kepentingan-kepentingan pribadi,” kata  Koordinator Lembaga Kontras Yati Andriyani, Kamis (17/5).

Menurut Yati, secara politik akhir-akhir ini dia melihat adanya manuver di sekeliling Jokowi. Anehnya manuver para pembantunya itu tidak bisa dikontrol. “Akibatnya justru memperkeruh upaya-upaya dalam berbagai persoalan,” kata Yati.

Yati khawatir apabila Koopsusgab berjalan tanpa berlandaskan hukum normatif, akan lebih sulit terkontrol dalam prosesnya. “Kalau dia dibentuk kemudian dipermanenkan, kemudian ada operasi-operasi yang sifatnya di luar penegakan hukum, bagaimana mengontrolnya?” ujarnya.

“Kalau dia dibentuk kemudian dipermanenkan, kemudian ada operasi-operasi yang sifatnya di luar penegakan hukum, bagaimana mengontrolnya?” ujarnya. Menurut Yati, jika Koopsusgab menggunakan peradilan militer sebagai payung hukum, ini tidak akan mampu mengontrol kinerja dari Koopsusgab.(us)