Sunday, 22 July 2018

Mantan Puteri Indonesia Terjerumus di Sepakbola

Kamis, 17 Mei 2018 — 1:18 WIB
Grace Joselini Corlesa Setiawan

Grace Joselini Corlesa Setiawan

NAMA Grace Joselini Corlesa Setiawan mungkin sempat dikenal oleh sejumlah kalangan sebagai peserta kontes kecantikan bertajuk ‘Puteri Indonesia’ sebagai wakil dari Kalimantan Timur  tahun 2009 silam.

Namun siapa yang sangka jika wanita kelahiran 20 Desember 1984 itu, justru lebih banyak terlihat di antara pemain Timnas Sepakbola Wanita Indonesia proyeksi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang Agustus mendatang.

Kepada Pos Kota, ia lantas menceritakan perjalannya mulai dari tidak menyukai sepakbola hingga sedih apabila nantinya berpisah.

Sebagai mantan Puteri Indonesia, Grace, sapaan Grace Joselini Corlesa Setiawan bahkan tidak pernah membayangkan hari-harinya akan disibukkan dengan dunia olahraga, khususnya sepakbola yang sama sekali tidak pernah ia gemari.

“Iya nih, padahal dulu sama sekali saya tidak pernah suka sepakbola. Kalau boleh milih, lebih baik bola basket daripada sepakbola karena memang saya sudah suka main basket sejak jaman sekolah dulu,” kata Grace saat mendampingi Timnas Sepakbola wanita Indonesia dalam sebuah sesi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, bebeberapa waktu lalu.

Namun takdir berkata lain, Grace yang tadinya tidak menyukai sepakbola, justru ditantang harus menyukai olahraga yang tidak ia suka tersebut setelah dipercaya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menjadi dokter Timnas wanita Indonesia proyeksi Asian Games 2018 mendatang.

grace

Kepercayaan untuk mengemban tugas mulia tersebut, diberikan berkat Ilmu Kedokteran yang dipelajarinya di bangku perkuliahan. “Awalnya dikenalkan sama dokter timnas U-16 (Dikcy Muhammad Shofwan). Dia itu senior saya di kampus UI (Universitas Indonesia), makanya saya mau mencoba ini,” kenang Grace.

BELUM TAHU

Belum diketahui kapan tepatnya Grace mengemban tugas tersebut bersama Timnas Wanita Indonesia. Namun ia mengaku ada sejumlah hal yang membuat ia mengalami ‘gagap’, terutama dalam memahami peraturan-peraturan sepakbola.

Maklum, untuk menyukai sepakbola saja sesuatu yang sangat sulit bagi Grace, terlebih lagi saat ia dipaksa harus bisa memahami peraturan-peraturan sepakbola. Namun tekadnya yang kuat untuk menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya itu, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar, menyukai, dan memahami peraturan-peraturan dalam sepakbola.

Walhasil, dalam waktu singkat Grace mulai memahami satu persatu tentang peraturan-peraturan dalam sepakbola. Tidak hanya itu, Grace juga mulai menghayati tugasnya sebagai dokter Timnas Sepakbola Wanita. Tidak heran jika ia juga kerap memiliki peran ganda. Selain sebagai dokter, Grace juga kerap berperan menjadi seorang ibu atau kakak bagi para pemain, asuhan Satia Bagdja tersebut.

“Ya, karena pemain yang jauh dari keluarga selama pemusatan latihan, membuat saya menjadi teman curhat bagi mereka, teman gila bersama, teman nyanyi dan lain-lainnya,” jelas istri dari Daffodilone Cahyadi tersebut.

Ia menambahkan bahwa untuk bisa menyatu dengan para pemain, bukanlah hal yang mudah, terlebih dalam menepis adanya pemikiran-pemikiran negatif tentang keberadaannya yang cantik di awal-awal tugasnya bersama Timnas wanita Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu segala pemikiran-pemikiran negatif tersebut, redam dengan sendirinya.

Kini, Grace berharap bisa menjalani tugasnya dengan baik, seraya menjaga kondisi para pemain agar tetap bugar sebelum berlaga di Asian Games 2018 mendatang. Salah satunya dengan mengontrol gizi para pemain.

Menurutnya, makanan yang dikonsumsi para pemain sangat berpengaruh dengan performa mereka di lapangan. Alasan itulah yang membuat ia harus sedikit cerewet dalam menjaga pola makan hingga waktu istirahat para pemain.

“Jadi memang harus sedikit cerewet dalam mengecek gizi mereka semua. Pengaturan menu saya kerja sama dengan juru masak di Timnas. Pola masaknya saya serahkan ke mereka, tapi aturan baku soal bahan dan komposisinya tetap saya yang atur sesuai program. Selain itu, waktu tidur juga berpengaruh karena mereka gampang sekali cedera. Hal-hal simpel inilah yang harus kami jaga,” jelas ibu dua putri tersebut. (junius/bu)