Tuesday, 14 August 2018

Merasa Disindir, SBY Minta Mantan Menterinya Sabar

Kamis, 17 Mei 2018 — 21:49 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),(rihadin)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),(rihadin)

JAKARTA –Para pemimpin negara dan juga tokoh nasional hendaknya bisa mendinginkan suasana tanah air. Bahkan ia berharap semua pihak mendinginkan kondisi ekonomi dan juga kondisi keamanan.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) mengomentari saling sindir antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pernyataan keduanya terkait kebijakan subsidi BBM di era masing-masing membuat keadaan tridak kondusif.

“Sangat diperlukan hadirnya para negarawan Indonesia, mantan presiden atau mantan pimpinan lembaga negara untuk hadir menyejukkan warga bangsa,” ujar Hidayat, Kamis (17/5).

Ia meyakini SBY tidak akan terbawa perasaan terhadap sindiran yang mungkin dilontarkan Presiden Joko Widodo. “Ini kan bukan masalah baper-baperan (terbawa perasaan), masa kelas presiden pada baperan,” tuturnya.

HNW juga menyarankan kepada semua pihak untuk fokus terhadap yang menjadi kewajiban. “Saya kira tidak ada kewajiban untuk mengungkit-ungkit masa lalu, dan itu sudah dicontohkan juga pada Pak SBY ketika tidak mengungkit-ungkit masalahnya Bu Mega,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat menuliskan twit di akun twitternya @SBYudhoyono pada Selasa (15/5). “Pak Jokowi intinya mengkritik dan menyalahkan kebijakan subsidi untuk rakyat dan kebijakan harga BBM, yang berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*,” tulis SBY.

Dalam cuitannya, SBY juga meminta para mantan menterinya, para kader Demokrat dan konstituennya untuk tetap sabar.(us)