Wednesday, 17 October 2018

Belum Ada Pelaku Ditangkap

Sebulan Dua Minimarket di Jakarta Timur Dirampok

Kamis, 17 Mei 2018 — 20:39 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Minimarket yang buka 24 jam, di Jalan Raya Pondok Gede Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, disatroni rampok bersenjata api dan membawa kabur uang Rp10 juta.

Aksi kawanan rampok itu terbilang nekat. Pasalnya, dua pelaku datang menggunakan mobil. Karyawan minimarket tak bisa berbuat banyak lantaran senjata api ditodongkan ke wajahnya.

Agus, 34, warga sekitar mengatakan, berdasarkan cerita pegawai, aksi perampokan itu terbilang cukup cepat. Terlebih, kondisi sepi yang terjadi saat itu, membuat perampok dengan mudah beraksi. “Pikirnya pelanggan biasa yang mau belanja, tapi begitu di depan kasir langsung menodongkan pistol,” katanya, Kamis (17/5).

Diceritakan Agus, saat itu kedua pegawai tengah sibuk di dalam minimarket. Nurcahyadi, 23, tengah merapikan barang dagangan dan Bagus Eka, 20, berada di depan meja kasir. “Itu si Bagus yang ada di depan langsung ditodong senjata api, dia (korban) cuma bisa pasrah karena todongan itu,” ujarnya.

Saat itu, kata Agus, satu pelaku lain berteriak menyerahkan kunci brankas. Namun, karena Bagus mengaku tak ada kunci brankas, pelaku meminta untuk menyerahkan uang yang ada di laci. “Makanya uang Rp10 juta yang ada di laci kasir diserahkan ke perampok,” tambah Agus.

Dirasa telah mendapat uang jarahannya, kata Agus, kedua pelaku langsung melarikan diri naik Toyota Avanza warna hitam, menujuJalan Garuda, Pinang Ranti, Cipayung, Jakarta Timur. “Karena sepi, jadinya nggak ada yang mengejar. Kedua korban juga hanya bisa bengong saja usai kejadian,” ungkapnya.

Kapolsek Cipayung Kompol Aswin mengatakan, kedua korban baru melapor pukul 10.00. “Dari laporan itu, petugas sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan dari beberapa saksi dan korban,” ujarnya.

Dikatakan Aswin, pihaknya mengamankan kaos berwarna hitam milik pelaku yang tertinggal di dalam minimarket. Pihaknya juga sudah memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) saat kejadian tersebut terjadi.
Di Jakarta Timur aksi perampokan bersenjata api yang menjarah minimarket dalam satu bulan ini sudah dua kali terjadi. Sebelumnya, di Jalan Raya Bogor, Kramatjati, Jakarta Timur, disatroni tiga perampok bersenjata api, Selasa (8/5) lalu. Uang tunai di brankas k Rp54 juta raib, dibawa kabur .

Atas kedua kasus tersebut, PR untuk jajaran petugas kepolisian pun semakin banyak. Pasalnya, hingga saat ini belum ada satu komplotan perampok ditangkap petugas. Polisi juga seharusnya harus memaksa para pengusaha minimarket agar tak lagi buka 24 jam. Kalau ingin buka, berbagai persyaratan harus diberikan dan bila tak disanggupi rekomendasikan untuk buka sesuai waktu. (Ifand/M9/b)