Wednesday, 17 October 2018

Tak Akui Orangtuanya, Keluarga Bomber Polrestabes Surabaya Hanya Pikirkan Cucu

Kamis, 17 Mei 2018 — 14:49 WIB
Rumah orangtua bomber Polrestabes Surabaya.(guruh)

Rumah orangtua bomber Polrestabes Surabaya.(guruh)

SURABAYA – Kekecewaan keluarga terhadap aksi bom bunuh diri  Tri Murtianto bersama istri dan anak-anaknya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5.2018), begitu dalam.

Sampai-sampai keluarga besar Tri Ernawati, istri Tri Murtiono yang juga pelaku bom bunuh diri, enggan mengakui perempuan tersebut sebagai bagian dari keluarga mereka.

Hal tersebut setidaknya terlihat dari wajah Bambang, kakak Tri Ernawati saat ditemui poskotanews.com di rumahnya di Ngagel Rejo, Surabaya, Kamis (17/5/2018).

“Ya kemarin sudah disampaikan ke polisi. Saat ini kami hanya fokus memikirkan bagaimana Ais. Untuk yang lainnya kami serahkan ke polisi,” ucap Bambang.

(Baca: Ini Cerita Pemilik Kos Saat Densus 88 Tembak Mati Dedy)

 

Menurutnya,  keluarga sangat kecewa dan tak percaya dengan apa yang dilakukan adiknya itu. Itu makanya ia sangat memahami a orang tuanya mengambil tak mengakui sebagai keluarga.

“Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi. Keluarga sangat kecewa,” ujar Bambang.

Saat itu, kakek Ais tak ada di rumah. “Kami ini sudah ndak tak lagi harus bicara apa,” katanya.

Tri beraksi bersama istri dan tiga anaknya, yakni dua anak lelaki dan Ais yang juga anak bungsu keluarga itu. Orangtua dan dua kakanya tewas dalam ledakan tersebut.

Ais, anak perempuan 7 tahun, bangkit sesaat setelah ledakan. Ia melihat orangtua dan dua kakaknya terkapar tak bergerak.

Anak ini kemudian dibopong Kombes Denny yang melihatnya berdiri. Ia dibawa lari menjauh dari mobil yang dikhawatirkan juga berisi bahan peledak.  (guruh/yp)