Tuesday, 14 August 2018

Tukang Ojek Peras Pacarnya yang Dipergoki Berbuat Mesum

Kamis, 17 Mei 2018 — 16:02 WIB
Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara saat menunjukkan barang bukti kardus HP yang HPnya dijual pelaku.(lina)

Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara saat menunjukkan barang bukti kardus HP yang HPnya dijual pelaku.(lina)

 BEKASI – Pergoki pacarnya berbuat mesum di kontrakan, tukang ojek  ini malah memeras setelah sebelumnya mengancam korban.

Pelaku Sardi alias Endong  (38) pada Selasa (1/5) memergoki pacarnya saat sedang berbuat mesum di kontrakannya di Desa Suresmi,  Cikarang Selatan.

Menurut pengakuan pelaku, korban KM (28), saat itu sedang asyik berbuat cabul dengan kekasihnya itu. Pelaku sempat menempeleng korban dan mengancam korban.

“Tersangka masuk ke dalam kamar dan mendapati  korban dan kekasihnya yang lain. Tersangka kemudian mengancam korban jika tidak menyerahkan uang Rp8 juta akan ditelanjangi, diarak serta dilaporkan ke desa,” kata Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Candra Sukma Kumara, Rabu (16/5/2018).

Karena korban ketakutan hanya bisa memberikan uang sebesar Rp3 juta serta HP J2 yang ada miliknya. Namun pada pemberian pertama hanya mampu kasih Rp1,4 juta.

Pelaku setuju dan meninggal korban. Selang tiga hari kemudian pelaku hendak mengambil sisa yang dijanjikan. Namun korban tidak berada di kontrakannya.

Ternyata Korban dan pacarnya melaporkan kejafian tersebut ke Polsek Cikarang Selatan.

“Setelah dilakukan penyelidikan. Pada tanggal 13 Mei pelaku ditangkap saat berada di rumah kakaknya di Kerawang dan ternyata pelaku sudah memiliki istri disana,” terang Kapolres.

Uang Rp1,4 juta sudah habis dan HP sudah dijual untuk berfoya-foya. Polisi hanya menyita kotak ponsel tersebut.

Menurut polisi, sepasang kekasih yang belum menikah itu masih berpakaian lengkap dan tidak melakukan aktivitas hubungan badan.

“Saya lihat pacar saya itu sedang asik bercumbu sama kekasihnya yang lain,” kata Pelaku.

Ternyata modus memacari orang dan memergoki orang lain bermesum seperti hal ini sudah dilakukan tersangka sebanyak 5 kali. Tersangka terancam Pasal 386 KUHP dengan ancaman makaimal 6 tahun penjara.(lina/tri)