Friday, 21 September 2018

Ini Tips Sandiaga agar Saat Puasa Tetap Fit

Jumat, 18 Mei 2018 — 20:44 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balaikota.(cw6)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balaikota.(cw6)

JAKARTA –  Meski dalam keadaan puasa, namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tetap terlihat fit serta mampu menyelesaikan serentetan agenda dan setumpuk berkas di mejanya seperti hari-hari biasa.

Pria yang akrab disapa Sandi tersebut memang dikenal selalu menjaga pola makan dan gemar berolahraga demi menjaga tubuhnya agar tetap bugar. Selain itu, dia juga masih rajin melaksanakan puasa Senin-Kamis.

Ketika ditanya resepnya bisa tetap bugar ketika berdinas meski dalam keadaan puasa, Sandi pun membeberkan rahasianya. Menurutnya, ada beberapa tips yang harus di lakoni agar puasa tidak menjadi alasan untuk tetap beraktifitas.

Dia sebut, hal paling utama adalah memenuhi kebutuhan air dalam tubuh. Dalam sehari, Sandi mengaku harus mengkonsumsi air minimal 2,5 liter.

“Minum air yang banyak, air putih 2,5 liter, dicicil mulai dari buka sampai ke saur itu kita nyicil, air 2,5 sampai 3 liter, saya ngga kuat kalau 3 liter tapi kalau 2,5 saya bisa,” kata Sandi di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2018).

Tips kedua dari pria berlatar belakang pengusaha itu adalah tidur yang cukup. Menurutnya, dengan tidur cukup maka tubuh akan segar. “Tidur cukup, tidur itu sekarang berkurang pasti tapi kita perkirakan 5-6 jam,” kata Sandi.

Tips ketiga adalah meski akan menjalani puasa namun tetap melakukan olahraga. Hanya saja, waktunya berolahraga dikurangi dan melakukan olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga.

“Olahraga jangan berhenti, saya masih aktif olahraga meskipun intensitasnya dikurangin 60-70 persen,” ucap dia.

Tiga hal itulah yang menurut Sandi akan tetap terlihat fit meski tengah menjalankan ibadah puasa. Ternyata, Sandi juga telah mengajarkan berpuasa kepada anak bungsunya, Sulaiman. “(Sulaiman) Udah diajarin (puasa). Udah ikut tarawih juga kemarin,” beber dia.

Sandi tidak mempermasalahkan ketika Sulaiman belum bisa melaksanakan shalat Tarawih dengan full, dia memahami kondisi anaknya yang masih kecil. Pembelajaran sejak dini lebih penting bagi Sandi terhadap putranya. Ketika sahur dan berbuka puasa, Sulaiman pun turut dilibatkan meski saat Sulaiman tidak dapat berpuasa selayaknya orang dewasa.

“Kemarin kan banyak banget salatnya 23 rakaat, dia akhirnya baru 4 sampai 5 rakaat udah jalan-jalan lagi gitu, untuk mulai terbiasa. Kalau buka puasanya sih ikut saur juga ikut tapi di tengah-tengahnya (siang hari) dia makan juga roti pakai coklat mungkin ngga sampai 3 jam gitu lah, tapi kita ajarkan rutin ya,” pungkas Sandi. (Yendhi/win)