Wednesday, 26 September 2018

Menteri Siti Sebut Kualitas Udara Menuju Asian Games Baik

Jumat, 18 Mei 2018 — 22:48 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya

JAKARTA – Kualitas udara dalam rangka penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang sangat penting. Kualitas udara yang bersih akan sangat mendukung kelancaran pelaksanaan Asian Games tersebut.

Hal itu dikemukakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, Jumat (18/5).  Dia  menjelaskan, berdasarkan pemantauan kualitas udara dengan konsentrasi P.M 2.5 sejak Januari hingga April 2018 terpantau kualitas udara Palembang tercatat 13,9 mikrogram/m3 dan di Jakarta tercatat 35 mikrogram/m3.

Baku mutu harian menurut PP no. 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram/m3 dan baku mutu  menurut WHO 25 mikrogram/m3. Dengan demikian kualitas udara baik Palembang dan Jakarta relatif baik dan siap mendukung pelaksanaan Asian Games.

Dikemukakan Menteri Siti, KLHK menyiapkan satuan tugas pemantau kualitas udara masing-masing untuk bertugas di Palembang dan Jakarta dengan menugaskan 4 tim. KLHK sangat menghargai usaha-usaha yang mendukung semakin baiknya kualitas udara dengan penggunaan kendaraan Oficial Asian Games dengan bahan bakar gas juga sterilisasi wilayah-wilayah tertentu dari kendaraan bermotor.

Demikian pula upaya rekayasa lalu lintas pada beberapa koridor-koridor tertentu (sebanyak 9 route). “Kami terus mendorong untuk uji emisi dan penerapan Eco-driving, cara berkendaraan ramah lingkungan. Kehematan BBM dengan Eco-driving dapat dirasakan dengan catatan penggunaan per liter BBM dapat menempuh jarak sejauh 27 Km,” ujar Siti.

Lebih lanjut Menteri Siti mengatakan, beberapa hal yang telah dilakukan KLHK dalam kaitan ini adalah menempatkan AQMS (Air Quallity Monitoring System) (Alat yang secara realtime dapat menggambarkan kualitas udara ambien) dengan menyediakan informasi yang realtime untuk P.M. 2.5. Yang dimaksud dengan P.M (Particulate Matter) 2.5 berarti alat tersebut dapat memonitor bahan-bahan partikel udara  yang berukuran 2.5 mikrogram.

Di Palembang, AQMS ditempatkan secara fix station sebanyak 1 unit yang beroperasi sejak  Januari 2017 dan 1 unit AQMS yang portable. Di Jakarta AQMS yang ditempatkan secara fix sebanyak 1 unit beroperasi sejak 2 Mei 2018 dan didukung oleh 3 Unit AQMS portable. (*/win)