Sunday, 23 September 2018

Sebut Bom Gereja Pengalihan Isu,Wanita Dosen Ini Belum Diproses

Jumat, 18 Mei 2018 — 20:25 WIB
Gereja yang dibom di Surabaya (reuters)

Gereja yang dibom di Surabaya (reuters)

MEDAN – Polri sudah memproses beberapa netizen yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian terkait kasus bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Namun HD dosen Universitas Sumatera Utara (USU) belum juga diproses Polrestabes Medan.

Sebelumnya, Polda Kalimantan Barat menetapkan Fitri Septiani Alhinduan (FSA), pegawai negeri sipil (PNS) sebagai tersangka karena membuat status di Facebook terkait peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5) lalu. Tersangka juga sudah ditahan di Mapolda Kalimantan Barat.

Namun, tidak demikian dengan HD yang diduga menyebarkan kebencian. Hingga saat ini belum ada yang melaporkannya.

Postingannya mendadak viral dan mengundang perdebatan hangat antarnetizen di dunia maya. HD mengunggah sebuah tulisan yang menyebutkan kalau 3 bom gereja di surabaya hanyalah pengalihan isu.

“Skenario pengalihan yg sempurna… #2019GantiPresiden” tulis akun Facebook HD

Setelah postingannya viral, HD langsung menutup akun Facebooknya. Namun, postingannya sudah telanjur di-screenshoot netizen lainnya dan dibagikan ke media daring.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (18/5), mengatakan hingga saat ini belum ada laporan yang masuk mengenai dugaan berita hoaks yang diposting oleh HD.

Meskipun begitu, Tatan meminta kepada masyarakat yang ingin melaporkan membawa sejumlah bukti yang akurat, agar nantinya tidak terjadi fitnah.

“Silakan datang ke Polda Sumut atau Polrestabes Medan untuk membuat laporan, dengan membawa bukti terkait,” kata Tatan.

Sebelumnya, Humas USU Evi Sumanti membenarkan bahwa HD adalah dosen Universitas Sumatera Utara. “Ia benar, dia dosen USU, dan masih aktif,” ucap Evi.

Terkait cuitan status dosen yang bersangkutan, Evi menjelaskan USU tidak ikut campur terhadap status dosen tersebut, karena dosen yang bersangkutan menggunakan akun pribadi.

“Itukan kegiatan pribadi, akun pribadinya. Namun, secara internal kami sudah memberikan peringatan supaya menjaga sikap,” pungkasnya. (samosir/b)