Monday, 27 May 2019

Jual Saham Bir Terancam Batal

Sabtu, 19 Mei 2018 — 1:29 WIB
Bir-Anker-Indonesia

JAKARTA – Rencana Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno melepas saham PT Delta Djakarta, terancam batal. Keputusan tersebut akan di bawa ke Sidang Paripurna DPRD, karena saham diperusahaan bir tersebut merupakan aset daerah.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, menolak rencana tersebut. Sebab, PT Delta Djakarta selama ini menyumbang dividen besar untuk pendapatan asli daerah (PAD). “Saya menyayangkan keputusan itu. Mengingat, perusahaan tersebut telah memberikan dividen cukup besar setiap tahunnya dan berkontribusi terhadap PAD,” kata Prasetio, kemarin.

Prabowo Soenirman, anggota DPRD lainnya, juga mengungkapkan kekhawatirannya jika saham PT Delta dilepas.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta akan lebih mudah mengawasi peredaran minuman keras jika tetap berinvestasi di PT Delta Djakarta. “Kalau lepas saham, kan enggak ada kewenangan lagi untuk mengontrol,” ujarnya.

Disarankan kepada gubernur dan wakil gubernur memindahkan sahamnya ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) supaya tetap mendapatkan keuntungan dari kepemilikan saham di perusahaan itu.
Selain itu, , Prabowo mengingatkan, Pemprov DKI Jakarta saat ini masih membutuhkan uang untuk membiayai program dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

RAPAT PARIPURNA

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwitjaksana mengatakan, rencana tersebut harus diputuskan melalui Rapat Paripurna. “Semua harus diputuskan di Paripurna,” tegasnya seraya menambahkan, nantinya surat pemberitahuan pelepasan itu akan diproses setelah diterima.
Dewan, kata Triwitjaksana, segera menggelar rapat pimpinan gabungan untuk membahas kebijakan pelepasan saham ini.

Sesuai dengan data, selama ini Pemprov DKI Jakarta menerima deviden rata-rata Rp38 miliar setahun dari jumlah 26,25 persen saham di PT Delta. Bila saham itu dijual, Pmprov DKI Jakarta akan memperoleh dana sekitar Rp 1 triliun. (john/st)