Sunday, 18 November 2018

Rekomendasi 200 Mubalig Kemenag Rugikan Jokowi

Minggu, 20 Mei 2018 — 16:16 WIB
Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat.

Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat.

JAKARTA –Rekomendasi Kementerian Agama terhadap 200 mubalig bisa merugikan citra Presiden Joko Widodo. Padahal, Presiden tengah berupaya berkomunikasi dengan para ulama, seperti pertemuan dengan  Persaudaraan Alumni 212, akhir April lalu di Bogor.

“Sangat disesalkan pilihan sikap Kementerian Agama yang kurang peka dengan  perkembangan situasi politik saat ini, di mana Presiden Jokowi sedang membangun komunikasi harmonis dengan kalangan Islam,” kata peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), Toto Izul Fatah, Minggu (20/5)

Menurut Toto, Kementerian Agama seolah-olah sedang memberi kesan pengkotak-kotakan sejumlah tokoh Islam.  Jika kesan ini menguat dan massif,  bukan mustahil akan berimplikasi terhadap munculnya sikap antipati umat Islam terhadap pemerintah.

“Ini sangat merugikan pemerintah.  Dengan rilis Kementerian Agama ini  para tokoh Islam diberi ruang yang luas untuk terkotak-kotak setidaknya antara yang pro pemerintah dengan yang anti pemerintah.  Sekali lagi, ini sangat tidak kondusif b,” tambah Toto.

Toto menyarankan agar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin segera memberi penjelasan yang utuh tentang rilis tersebut. Kalau perlu, kata dia,  mencabutnya demi  kepentingan yang lebih besar bukannya malah membela diri.

Kementerian Agama mengeluarkan 200 nama mubalig yang direkomendasi untuk memberikan ceramah. Dari 200 nama itu, antara lain Ustaz Abdul Somad dan sejumlah ustaz kondang lainnya tidak ada. Menteri Agama beralasan daftar itu dibuat karena sering dimintai rekomendasi mubalig oleh masyarakat. Nama 200 mubalig itu juga ada kriteria dari sisi kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi,” ucap dia.(us)