Sunday, 18 November 2018

Sandiaga Sebut Sangat Mungkin Demokrat koalisi dengan Gerindra

Minggu, 20 Mei 2018 — 13:37 WIB
Sandiaga Uno.(yendhi)

Sandiaga Uno.(yendhi)

JAKARTA  –  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menyebut sangat mungkin Partai Demokrat menjadi koalisi Partai Gerindra untuk Pilpres 2019 mendatang. Hal itu menanggapi pertemuan Sandiaga dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Jumat (18/6/2018).
“Sangat dimungkinkan (Demokrat jadi koalisi), sangat dimungkinkan, itu kita bicarakan dalam konteks yang lebih luas tidak menyebutkan nama tapi kita bilang kalau ujungnya kita berkoalisi kita harus menentukan, tapi biarkan proses ini bergerak biarkan nanti saat saat yang menentukan di akhir petinggi koalisi duduk bersama-sama dengan membahas menu yang kita siapkan,” kata Sandiaga di Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Minggu (20/5/2018).
Pertemuannya dengan AHY nantinya akan dilanjutkan oleh petinggi koalisi Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyamakan persepsi dan menyampaikan terobosan masing-masing yang nantinya akan ditawarkan kepada masyarakat.
“Kan menunya adalah ekonomi, lapangan pekerjaan, nanti menunya petinggi koalisi pada minggu terakhir yag  akan tentukan siapa yang paling cocok menu ini kita tawarkan kepada masyarakat sesuai harapan masyarakat,” ucap Sandiaga.
Dia pastikan pertemuannya dengan AHY atau koalisi dengan Demokrat tidak akan mengganggu kontrak politik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Nggak ada, saya kira semua harus mengerti bahwa ini harapan masyarakat bahwa semua elit terbuka pandangannya untuk tidak rebutan kekuasaan, tetapi menawarkan solusi,” kata Sandiaga
Pertemuan dengan AHY sendiri dia sebut tidak membahas soal calon presiden dan calon wakil presiden 2019 mendatang melainkan pertemuan biasa yang dia sebut komunikasi nasi langie.
“Ini adalah koalisi yang akan kita coba bangun dan kita sepakat bahwa ekonomi tidak bergerak, mas AHY menyebutnya bahwa daya beli lemah dan saya menyebutnya harga pada mahal, jadi kita menyamakan frekuensi dan ini sebuah pertemuan awal yang mudah-mudahan nanti dilanjutkan dengan summit diantara Pak Prabowo dan Pak SBY kita menyiapkan ini semua bahwa tujuan kita Indonesia bisa lebih baik, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, ekonominya bergerak dan kita punya kekhawatiran yang sama,” beber Sandiaga. (Yendhi)