Saturday, 22 September 2018

Soal Rekomendasi 200 Mubalig, Menteri Tak Mau Disalahkan

Minggu, 20 Mei 2018 — 11:57 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

JAKARTA -Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, terkesan menolak disalahkan dengan keluarnya nama 200 mubalig terekomendasi dari kementerian yang dipimpinnya. Rekomendasi itu semata-mata karena untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

“Banyak yang menanyakan kepada Kemenag terkait mubaligh yang dapat berceramah, baik di mushola, masjid dan tempat pengajian lainnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang beredar, Minggu (20/5).

Dengan banyaknya pertanyaan dan permintaan itu, Lukman mengatakan, Kemenag meminta masukan kepada sejumlah ormas Islam, tokoh umat, dan ulama. “Termasuk masjid-masjid besar yang ada di Indonesia lalu kemudian kami mendapatkan nama-nama itu,” ujarnya lagi.

Ia juga menjelaskan bahwa daftar 200 nama mubaligh bukan rekomendasi satu-satunya. Karena daftar itu akan diperbaharui dengan memunculkan nama-nama sesuai dengan masukan yang diterima dari tokoh-tokoh ulama dan ormas Islam. “Ini daftar yang dinamis dan akan senantiasa mengalami updating dan perubahan penambahan,” ucapnya.

Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis daftar rekomendasi 200 nama mubaligh dengan tiga kriteria. Mubalig itu dianggap mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Atas daftar itu, banyak yang mempertanyakan tidak masuknya Ustad Abdul Somad dalam daftar. Padahal yang bersangkutan dosen di UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan merupakan alumni Al Azhar Mesir dan Maroko.(us)