Wednesday, 26 September 2018

Polemik Mubalig, JK Panggil Menag ini Perintahnya

Selasa, 22 Mei 2018 — 19:11 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla

JAKARTA –Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin terkesan tak mau disalahkan atas rekomendasi terhadap 200 mubalig dari kementerian yang dipimpinnya. Akibatnya polemik soal mubalig terus bergulir.

Atas kondisi itu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dengan tegas meminta Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin segera merevisi rekomendasi daftar pendakwah yang dikeluarkan. Apalagi daftar yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) hanya sebanyak 200 mubaligh.

“Kami sudah bicarakan tadi, agar dibuat pola yang lebih baik, lebih efisien, tetapi nantilah. Itu daftar sementara,” kata Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/5).

Menurut Kalla, Indonesia butuh minimal 300 ribu dai sehingga kurang kalau hanya 200 mubalig. “Karena kita punya masjid untuk shalat Jumat saja, khatibnya butuh 300 ribu. Jadi, bagaimana bisa itu hanya 200, itu hanya kecil sekali itu,” kata dia.

Wapres Kalla memanggil Menag Lukman ke Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (22/5). Lukman dipanggil dengan agenda mendiskusikan pengumuman yang dikeluarkan Kemenag terkait 200 mubalig (pendakwah).

Wapres meminta Menag untuk menyempurnakan pengumuman tersebut. Penyempurnaan supaya daftar menjadi lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menerima ceramah dari para mubaligh.

Usai bertemu Wapres Lukman mengatakan akan mengundang sejumlah ormas Islam untuk memberikan masukan. “Prinsipnya kita berkewajiban untuk melayani masyarakat yang ingin mendapatkan para penceramah yang berwawasan tentang keislaman,” ujarnya.(us)