Tuesday, 21 August 2018

Selama Ramadhan, Mohamed Salah Dapat Hak Istimewa

Selasa, 22 Mei 2018 — 6:58 WIB
Mohamed Salah tetap latihan meski puasa untuk hadapi final Liga Champions (reuters)

Mohamed Salah tetap latihan meski puasa untuk hadapi final Liga Champions (reuters)

INGGRIS – Bomber Liverpool Mohamed Salah menjadi salah satu pesepakbola yang taat menyambut Bulan Suci Ramadhan tahun 2018 ini, termasuk menunaikan ibadah puasa.

Meski disibukkan dengan persiapan menjelang menghadapi Real Madrid pada partai final Liga Champions, akhir pekan mendatang, dia tetap melakukan shaum (puasa).

Hal itu diakui rekan Salah di Liverpool, Alberto Moreno. Seperti dilansir The Sun, penyerang Liverpool tersebut tatap menjalankan ibadah puasa, meski ia mendapat keistimewaan dari sang pelatih, Jurgen Klopp.

Ya, berbeda dengan rekan-rekannya di Liverpool, Salah diperbolehkan untuk tidak mengeluarkan kemampuannya selama menjalani latihan demi tekadnya menunaikan ibadah puasa. “Saya pikir Dia (Salah) berlatih dengan 20 persen kemampuan karena dia sedang berpuasa. Di bulan Ramadhan seperti ini, saya akan makan dan minum untuk dia, hal lainnya tidak bisa saya lakukan,” jelas Moreno.

Moreno juga menambahkan bahwa selama mengenal Salah, ia melihat sosok penyerang Timnas Mesir itu sebagai seorang relegius dan taat menjalankan salat.

“Ia hampir tidak pernah absen untuk menjalankan ibadah. Saya pikir ia selalu menyempatkan diri untuk beribadah sebelum maupun sesudah pertandingan. Dia seorang yang relegius dan saya tidak pernah melihat pemain seperti dia yang mampu membagi waktu antara
pekerjaan dan pribadinya sebagai seorang muslim yang taat,” jelas Moreno yang juga memberikan dukungan kepada Salah untuk menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadan ini.

DUKUNGAN

Selain dukungan yang diberikan oleh Morena dan rekan setimnya di Liverpool, Salah juga mendapat dukungan dari Wakil Presiden kelompok Dakwah Salafi, Yasser Borhami yang meminta mantan penyerang AS Roma itu tidak membatalkan puasa, meski harus kerja keras selama persiapan menghadapi Madrid pada partai final Liga Champions.

Apalagi durasi puasa yang akan dijalani Salah saat berada di Ukraina nanti akan lebih
lama dari para muslim di Mesir.

“Final Liga Champion digelar akhir pekan ini atau pekan pertama di bulan puasa. Saya pikir Salah akan tetap berpuasa, meski durasinya agak lama saat di Ukraina,” tandasnya.

“Durasi puasa di Ukraina lebih pendek dari Inggris. Namun Salah tetap harus berpuasa selama 17 jam saat berada di Ukraina, atau satu jam lebih lama dari durasi puasa di Mesir. Tapi saya pikir itu bukan hambatan bagi seorang pemain seperti Salah yang sudah mulai terbiasa berpuasa selama lebih dari 20 jam di Inggris. Selain itu, Al Quran
tidak menyebutkan bahwa pemain sepakbola tidak harus berpuasa. Menurut penjelasannya, sepakbola adalah sebuah olahraga, bukan masuk kategori kerja keras yang memungkinkan umat muslim tidak berpuasa pada Ramadan,” jelas Borhami.

Partai final Liga Champions sendiri akan digelar di Stadion NSK Olimpik, Kiev, Ukraina pada Minggu (27/5) dinihari WIB. (junius/bu)