Tuesday, 23 October 2018

BNPT Dianggap Gagal Melakukan Deradikalisasi di Indonesia

Sabtu, 26 Mei 2018 — 16:05 WIB
Komnas HAM Menentang Keterlibatan TNI Atasi Terorisme

JAKARTA – Peneliti Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial UI, Solahudin mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat ini tengah mengemban tugas yang amat berat, yaitu dalam hal melakukan kontra radikalisasi untuk orang yang belum terkena paham radikalisme.

“Pekerjaan yang paling berat menurut saya justru di kontra radikalisasi. Karena begini, kalau kita bicara tentang orang yang terpapar (radikalisme) artinya kita biara tentang napiter (narapidana teroris) dan eks napiter,” ucapnya saat diskusi tentang Pemberantasan Terorisme, Legislasi, Tindakan Polisi dan Deradikalisasi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5/2018).

Solahudin melanjutkan, tugas Ditektur BNPT dalam hal deradikalisasi harus dievaluasi. Sebab, ia memandang hal tersebut tidak berhasil.

“BNPT itu sebuah lembaga dimana salah satu direkturnya namanya ditektur radikalisasi yang diurusin ini hanya 1.600 orang. Kebangetan kalau tidak berhasil. Saya kira iya (tidak berhasil),” paparnya.

Maka dari itu, Solahudin menyebut jika BNPT belum berhasil dalam program deradikalisasinya. Apalagi, untuk mencegah radikalisme itu menyebar luas.

“Ini tugas yang menurut saya tugas berat, tidak mungkin dilakukan BNPT sendirian, harus melibatkan institusi lain,” tandasnya.(cw6/yp)