Tuesday, 25 June 2019

Ceramah Tarawih Akbar, Hidayat Nurwahid Singgung Rekomendasi 200 Penceramah

Sabtu, 26 Mei 2018 — 20:47 WIB
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid, memberi ceramah di Masjid Istiqlal. (ikbal)

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid, memberi ceramah di Masjid Istiqlal. (ikbal)

JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid menyinggung terbitnya 200 nama mubaligh atau penceramah yang dikeluarkan Kementerian Agama sebagai rekomendasi. Hal itu disampaikan saat bertindak sebagai penceramah sholat tarawih akbar di Masjid Istiqlal, Sabtu (26/5/2018).

Hidayat mengatakan tampilnya sebagai penceramah merupakan sebuah kebetulan berbarengan dengan pelaksanaan tarawih akbar. Dia mengaku sudah lama dijadwalkan akan mengisi ceramah salat tarawih di Masjid Istiqlal sebelum ada rencana tarawih akbar di masjid tersebut. Tarawih akbar sebelumnya direncanakan digelar di lapangan Monumen Nasional namun akhirnya dipindahkan.

“Takdir Allah malam ini saya terjadwal mengisi di sini. Jadi kalau sekarang yang mengisi saya bukan karena yang meminta Pak Anies Baswedan. Nanti dibilang KKN. Ini sejak lama saya sudah terjadwal mengisi di Istiqlal. Dan ini tidak ada urusannya dengan rekomendasi Pak Menag. Nama saya ada dalam rekomendasi. Cuma saya katakan dakwah kita berjalan sesuai takdir Allah,” katanya saat memulai ceramah di atas mimbar.

(Baca: Anies Ingin Tarawih Akbar Dilakukan Tiap Tahun)

Politisi senior PKS itu juga memuji langkah Anies yang memindahkan rencana tarawih akbar dari Monas ke Masjid Istiqlal. Diketahui rencana awal Pemprov menggelar tarawih akbar di Monas dikritisi sejumlah pemuka agama. Atas masukan tersebut Gubernur Anies Baswedan memindahkan lokasi penyelenggaraan.

(Baca: Anies: Tarawih Akbar Dihadiri 250 Ulama)

“Tapi karena beliau mendengarkan nasihat dan pendapat para ulama dan ini adalah sebuah keteladanan yang kuat biasa. Para umaro kita mendengar nasihat para ulama kita. Luar biasa. Kita doakan agar tradisi sunah khasanah ini diikuti pemimpin-pemimpin yang lain,” tandasnya. (ikbal/yp)