Friday, 20 September 2019

Hadapi Dilema Pengembangan Industri Otomotif, Ini Langkah Menperin

Sabtu, 26 Mei 2018 — 16:17 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.(humas)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.(humas)

JAKARTA – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan kegalauannya menghadapi kondisi dilematis pengembangan industri otomotif, yakni antara pengembangan mobil bermesin listrik dan  mobil memakai mesin pembakaran.

“Hal itu bisa dilihat dari jumlah komponen di kendaraan listrik jauh lebih kecil dibanding komponen pada kendaraan dengan mesin pembakaran,” ujar ketua umum Partai Golkar itu di Jakarta, Sabtu (26/5).

“Hal ini tentu akan menyangkut mengenai keberlanjutan aktivitas produksi industri komponen di dalam negeri, termasuk penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Kendati begitu, diakuinya, Kemenperin tidak berarti secara otomatis menghapuskan semua kendaraan dengan mesin pembakaran di dalam roadmap atau peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor nasional.

Oleh karenanya, menurutnya, untuk menghadapai kondisi dilematis tersebut, Kemenperin mengambil langkah dengan berupaya menyinkronkan kebijakan pengembangan kendaraan bermotor nasional menjadi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Dalam menuju revolusi industri 4.0, kami memacu industri otomotif agar mampu menjadi sektor unggulan untuk ekspor ICE (internal combustion engine/mesin pembakaran dalam) dan EV (electric vehicle/kendaraan listrik),” tuturnya. (rinaldi/win)