Monday, 23 July 2018

Hakim MA Artidjo Pensiun Napi Koruptor Kegirangan

Sabtu, 26 Mei 2018 — 8:05 WIB
kartijo

NAMANYA Artidjo Alkostar, tapi ada yang memplesetkan jadi: Artidjo Almaut. Soalnya ketika memutus kasasi para terpidana koruptor, Hakim Agung MA ini suka memperberat vonis sebelumnya. Tadinya 8 tahun, bisa jadi 16 tahun. Maka ketika dia pensiun dari MA beberapa hari lalu, para napi koruptor kegirangan sampai berjingkrakan!

Kenapa dia selalu “royal” beri vonis pada terpidana korupsi? Sebab Artidjo memang bencinya sampai ubun-ubun kepada koruptor atau pelaku korupsi. Dia pernah mengatakan, koruptor itu bak penyakit kanker yang menggerogoti negara, sehingga masa depan negara menjadi suram. Bagi Artidjo, kejahatan koruptor adalah perampasan hak asasi manusia, dalam hal ini hak-hak rakyat untuk hidup sejahtera.

Di China, koruptor sudah wasalam dihukum mati. Tapi di sini, sebagai bangsa yang menghormati hak asasi manusia, Komnas HAM melarangnya. Aneh kan, koruptor itu merampas hak asasi manusia, tapi ketika koruptor itu mau dimatiin, Komnas HAM mencak-mencak tidak setuju.

Maka Hakim Agung seperti Artidjo Alkostar ini melampiaskan “balas dendam”-nya lewat putusan-putusan kasasinya. Siapa saja terpidana korupsi yang mengajukan kasasi ke MA, asal ketemu dia pasti divonis lebih berat. Anas Urbaningrum dari hukuman 7 tahun diperberat jadi 14 tahun, bahkan janda cuantik Angelina Sondakh dari 4,5 tahun penjara menjadi 12 tahun.

Tapi ada juga yang mempertanyakan “killer”-nya Artidjo Alkostar ini. Ketika koruptor itu dari kalangan jaksa maupun hakim, dia tak menjadi segalak kepada koruptor non penegak hukum. Misalnya pada hakim Syarifuddin dan jaksa Andri Fernando, Artidjo hanya memvonis 4 tahun. Apa ada kesetiakawanan korps? Karena itu pula agaknya, Yusril Ihza Mahendra sempat menyesal dulu –saat jadi Menkumham– mengusulkan Artidjo Alkostar jadi Hakim Agung.

Mulai Selasa 22 Mei lalu Artidjo Alkostar meninggalkan MA karena sudah memasuki usia 70 tahun. Katanya mau pulkam (pulang kampung) saja, pelihara kambing. Bagi kalangan terpidana korupsi, ini tentunya merupakan berita bagus. Kini tak ragu lagi ajukan kasasi, karena tak bakal ketemu Artidjo Alkostar tersebut.

Memang banyak napi korupsi trauma menghadapi Artidjo, soalnya pasti makin diperberat. Maka seperti Andi Mallarangeng mantan Menpora, saat divonis 4 tahun diterima saja. Begitu pula Setya Novanto, divonis 15 tahun ditelan saja, ketimbang ketemu Artidjo Almaut, eh…..Alkostar. – gunarso ts