Tuesday, 20 November 2018

PT Pelindo IV Terbitkan Obligasi untuk Percepatan Kawasan Timur Indonesia

Sabtu, 26 Mei 2018 — 11:43 WIB
Percepat Pengembangan Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA – BUMN PT Pelindo IV bergerak cepat untuk membangun konektivitas di Kawasan Timur Indonesia (KTI), perusahaan tersebut hari ini menerbitkan obligasi guna menghimpun dana dengan target sekitar Rp3 triliun.

Aksi korporasi tersebut menurut Doso Agung, Direktur Utama PT Pelindo IV dilakukan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan suprastruktur di Makassar New Port (MNP), serta pengembangan fasilitas pelabuhan di Terminal Petikemas Bitung, Kendari New Port, dan Pelabuhan Pantoloan.

Selain itu, penawaran obligasi juga akan digunakan untuk refinancing pokok pinjaman dari Bank Mandiri dan Bank BRI. Doso menjelaskan perusahaannya menerbitkan tiga seri yakni obligasi Seri A dengan tenor 5 tahun, Seri B dengan tenor 7 tahun, dan Seri C dengan tenor 10 tahun. Obligasi ini akan memiliki bunga tetap dan bunga dibayarkan setiap tiga bulan dengan basis 30/360.

Obligasi PT Pelindo IV sendiri pada tahun 2018 telah memperoleh hasil AA (Double A) berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).

Semakin tinggi peringkat yang diberikan oleh perusahaan pemeringkat efek, maka semakin rendah pula risiko investasinya. Dengan hasil pemeringkatan tersebut, PT Pelindo IV termasuk kategori perusahaan yang sangat menarik bagi investor.

“Perseroan kami adalah salah satu operator pelabuhan terbesar di Indonesia. Kami memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan para kompetitor, baik dalam aspek bisnis, operasional, SDM, dan tanggung jawab sosial,” tutur Doso Agung di sela-sela pengumuman penerbitan obligasi di Jumat malam, (25/5 2018)

Dengan potensi yang ada di Indonesia timur dengan wilayahnya terdiri dari pulau-pulau yang dihubungkan oleh pelabuhan, PT Pelindo IV, Doso optimis bahwa penawaran obligasi akan mendapatkan respons yang positif dari investor.

Dengan obligasi selain dapat menghemat anggaran, inovasi yang dilakukan juga dapat mempercepat proses pembangunan pelabuhan Makassar New Port.

Wilayah operasi PT Pelindo IV sekarang ini terfokus pada Indonesia bagian timur, dengan 25 cabang yang tersebar di 11 provinsi, mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Rencananya, perusahaan ini juga akan mengembangkan beberapa proyek strategis antara lain: pengembangan pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus di Bitung, Palu, dan Ambon; Pengembangan pelabuhan Makassar New Port, IHP Bitung, dan Pelabuhan Pantoloan, pengembangan Pelabuhan Jayapura di kawasan Jembatan Holtekamp.

Selain itu, juga akan dikembangkan pelabuhan pariwisata, bisnis pelayanan kapal, sampai dengan bisnis properti yang terkait dengan pelabuhan. PT Pelindo IV juga akan bekerja sama dengan PT Perikanan Nusantara untuk melaksanakan kegiatan ekspor ikan melalui Pelabuhan Tual Kepulauan Maluku yang sangat kaya dengan potensi ekonomi. (dwi/win)