Thursday, 15 November 2018

Suami Istri 6 Bulan Jualan Sabu

Sabtu, 26 Mei 2018 — 23:35 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Timur menangkap tiga tersangka pengedar sabu. Dua di antaranya adalah pasangan suami istri (pasutri).

Polisi menangkap para tersangka di lokasi berbeda, pada Jumat (25/5/2018) malam sekitar pukul 20.00. Ketiga tersangka adalah pasutri Hambali (58) dan Romyani (50), dan tersaangka Yeyen (28).

Dalam penangkapan itu, polisi menyita delapan paket sedang sabu seberat 37 gram, satu buah timbangan digital dan dua bundel plastik klip bening.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Timur, Iptu Abadi, membenarkan penangkapan itu. “Pertama kami menangkap tersangka suami istri Hambali dan Romyani saat sedang menunggu pembelinya di Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur. Dari penangkapan keduanya, disita barang bukti dua paket sedang sabu-sabu,”kata Abadi kepada Poskota News, Sabtu (26/5/2018).

Dari penangkapan tersangka, petugas melakukan pengembangan kembali dengan memburu tersangka Yeyen yang juga bandar atau penyuplai sabu kepada pasutri.

“Dari tangan tersangka, disita barang bukti enam paket sedang sabu, satu buah timbangan digital dan dua bundel plastik klip bening,” ungkapnya.

Iptu Abadi mengungkapkan penangkapan ketiga tersangka pengedar dan bandar narkoba tersebut, merupakan hasil tindaklanjut informasi dari masyarakat kepada petugas, yang menyatakan bahwa maraknya peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur.

“Jadi informasi masyarakat yang kami dapat, saat itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Alhasil kami menangkap ketiga tersangka, di dua lokasi berbeda yang diduga sebagai pegedar dan bandar barang haram tersebut,”ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka pasutri, lanjut Abadi, keduanya mengaku baru sekitar enam bulan terakhir mengedarkan narkoba. Keduanya nekat jadi pengedar narkoba, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari rumah tangganya

“Tersangka Hambali yang kesehariannya bekerja sebagai sopir, nekat jadi pengedar narkoba karena penghasilannya sebagai sopir tidak mencukupi,”terangnya.

Barang bukti yang disita delapan bungkus plastik klip sedang yang berisikan kristal putih jenis sabu-sabu, satu buah timbangan digital dan dua bundel plastik klip bening.

“Jadi untuk total barang bukti sabu-sabu yang disita, seberat 37 gram. Saat ini kami mengembangkan kasusnya, untuk mengungkap dari mana sabu-sabu tersebut didapat tersangka Yeyen,” pungkasnya. (koesma/yp)