Monday, 18 June 2018

Truk Barang Dilarang Melintas di Jalur Mudik

Sabtu, 26 Mei 2018 — 1:30 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Melancarkan arus mudik Lebaran, mulai H-3 atau 12 – 14 Juni 2018, pemerintah melarang semua kendaraan angkutan barang beroperasi.

“Pada arus balik Lebaran, larangan diberlakukan mulai 22 Juni 2018 (H+6 Lebaran) pukul 00.00 WIB hingga 24 Juni 2018 (H+8 Lebaran) pukul 24.00 WIB,” tegas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Jumat (25/5).

Kendaraan yang dilarang beroperasi yakni truk pengangkut bahan bangunan, truk gandengan, kontener, truk tempelan dan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari dua.

Larangan tidak berlaku terhadap truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), ternak, bahan pokok (beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, cabai merah, kacang tanah, gading sapi, ayam dan telur), pupuk, barang antar pos dan batang ekspor/ impor dari pelabuhan dari dan ke pelabuhan laut Tanjuk Priok, Tanjung Emas dan Tanjung Perak yang telah mendapatkan izin.

SEJUMLAH TOL

Dirjen menjelaksan larangan operasi kendaraan barang akan diberlakukan di sejumlah jalan tol, seperti Jakarta-Merak, Jakarta-Cikampek-Palimanan-Kanci Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang.

Kemudian Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), Semarang Seksi A (Krapyak- Jatingaleh), Seksi B (Jatingaleh- Srondol), dan Seksi C (Jatingaleh- Muktiharjo). Semarang- Salatiga, Prof. Soedyatmo, Surabaya- Mojokerto, Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Jakarta- Bogor- Ciawi- Cigombong.

Sedangkan larangan di jalan nasional diberlakukan antara lain
Pandaan-Malang, Probolinggo- Lumajang, Denpasar- Gilimanuk dan Jombang- Caruban.(dwi/bi/st)