Saturday, 23 June 2018

Mesir Berharap Mohamed Salah Bugar Saat Piala Dunia

Minggu, 27 Mei 2018 — 16:12 WIB
Mohamed Salah menahan sakit yang amat sangat (reuters)

Mohamed Salah menahan sakit yang amat sangat (reuters)

UKRAINA- Cedera Mohamed Salah dalam laga final Liga Champions yang berakhir dengan kekalahan Liverpool adalah “serius”, kata pelatihnya Jurgen Klopp. Meski demikian Mesir yakin dia akan bugar di Piala Dunia di Rusia, bulan depan.

Mohamed Salah meninggalkan lapangan sambil terisak setelah dijatuhkan oleh kapten Real Madrid, Sergio Ramos, dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Liverpool 1-3.

“Dia sudah dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan x-ray, apakah dia mengalami cedera tulang leher atau bahu. Tapi kelihatannya serius.”

Namun demikian, asosiasi sepak bola Mesir melalui akun Twitter resminya, menyatakan Mohamed Salah, berdasarkan pemeriksaan x-ray, “terkilir pada urat bahu” dan karenanya mereka “optimis” dia akan dapat tampil di Piala Dunia Rusia yang mulai digelar 14 Juni nanti.

Moh Salah, yang telah mencetak 44 gol untuk Liverpool pada musim ini, sempat mencoba untuk tetap berlaga setelah dijatuhkan oleh Sergio Ramod di menit ke-26.

Namun, dia akhirnya terpaksa meninggalkan lapangan beberapa menit kemudian dan digantikan oleh Adam Lallana.

Pemain berusia 25 tahun itu tampil luar biasa di Anfield setelah didatangkan dari AS Roma dengan nilai transfer £34 juta (sekitar Rp680 miliar).

Salah merupakan pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris dengan 32 gol dan berada di urutan keempat klasemen – rekor gol terbanyak dalam 38 laga musim ini.

Dalam laga final Liga Champions, Liverpool memiliki sembilan kali tembakan melalui kaki Salah ke arah gawang Real Madrid dan tidak ada tembakan serupa pada sisa babak pertama setelah dia ditarik keluar.

Real Madrid juga dipaksa menarik keluar pemainnya, yaitu bek Dani Carvajal, yang mengalami cedera di babak pertama.

Carvajal juga terlihat menangis ketika dia meninggalkan lapangan dan digantikan Nacho.

‘Rakyat Mesir menangisi Moh Salah’

Analisa wartawan sepak bola Mesir, Marwan Ahme, kepada program olah raga BBC News:

Sejujurnya, apa yang dialami Moh Salah merupakan mimpi buruk. Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Kami sempat terdiam kira-kira satu menit setelah melihat Salah dijatuhkan pemain belakang Madrid dan dan kemudian dijatuhkan kembali untuk kedua kalinya

Ketika itu, kami sudah merasa bakal terjadi sesuatu pada Moh Salah, dan benar dia akhirnya harus meninggalkan lapangan.

Tentu saja, tidak ada orang Mesir yang ingin melihat itu menimpa Moh. Sebelumnya, belum pernah ada orang Mesit tampil di final Liga Champions.

Sungguh menyedihkan – saya tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya. Sebagian orang Mesir menangis.

Saya berharap itu cederanya tidak berpengaruh bagi persiapan timnas Mesir di Piala Dunia bulan depan.

Dia adalah pemain terbesar dalam sejarah Mesir, dan kami belum pernah tampil di Piala Dunia selama 28 tahun terakhir, dan rasanya kami tidak rela apabila impian kami hancur karena cedera Moh Salah. (BBC)