Wednesday, 19 September 2018

Arman Depari Sesalkan Belanda Tidak Kooperatif Berantas Peredaran Ekstasi

Senin, 28 Mei 2018 — 15:15 WIB
Deputi bidang Pemberantasan BNN Arman Depari (baju biru)

Deputi bidang Pemberantasan BNN Arman Depari (baju biru)

JAKARTA –  Deputi bidang Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan, Belanda merupakan salah satu negara ‘penyumbang’ ekstasi ke Indonesia.

Namun menurutnya, Belanda justru tidak kooperatif untuk turut bekerja sama memberantas peredaran pil ekstasi di Indonesia.

Arman menjelaskan, umumnya pil ekstasi yang masuk ke Indonesia berasal dari Eropa Barat. BNN pun sudah bekerja sama dengan beberapa negara sumber narkotika tersebut, seperti dengan Belgia, Perancis, dan Jerman, untuk turut memberantas penyebaran pil ekstasi tersebut ke Indonesia. Tetapi, ada satu negara yang dinilai tidak kooperatif untuk bekerja sama.

“Salah satu Negara yang tidak mau kerja sama atau tidak kooperatif adalah Belanda. Padahal kita tau sumber utama ekstasi yang masuk ke Indonesia berasal dari Negara Belanda,” ujar Arman pada Senin (28/5/2018) di Auditorium Sabang, Gedung Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur.

Meskipun begitu, BNN dan Bea Cukai berhasil mengungkap jaringan penyelundup 15.487 butir pil ekstasi yang dikirimkan melalui Kantor Pos. Pil ekstasi ini kata Arman, rencananya akan dikirimkan ke Bogor, Bekasi, Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Namun BNN dan Bea Cukai berhasil mengamankan pil ekstasi dan tersangka pemilik pil ekstasi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, BNN dan Bea Cukai berhasil mengungkap jaringan penyelundup 68 kg katinon dan 15.487 pil ekstasi. Pengungkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh intelijen. Untuk paket berisikan katinon tersebut, dikemas ke dalam paket yang dikirimkan ke Pos Pasar Baru untuk selanjutnya dikirimkan ke Jakarta Utara dan Dumai, Riau.

Sedangkan empat paket berisi pil ekstasi rencananya akan dikirimkan ke Bogor, Cikarang, Sukajadi, Bandung dan Leuwi Panjang, Bandung. (Cw2/tri)