Thursday, 20 September 2018

Tolak Bayar Parkir Rp2 Ribu, Pengunjung Stadion Bacok Bapak dan Anak

Selasa, 29 Mei 2018 — 18:30 WIB
Parkiran Stadion Pahoman, lokasi terjadinya pembacokan juru parkir.

Parkiran Stadion Pahoman, lokasi terjadinya pembacokan juru parkir.

LAMPUNG – Jar’i dan Kiki, anak lelakinya, masih dirawat di RSUD Tjokro Dipo, Selasa (28/5/2018). Tukang parkir ini luka akibat dibacok pengunjung Stadion Pahoman di Jalan Way Lubuk, Pahoman, Enggal, Bandarlampung, yang menolak bayar uang parkir Rp2.000.
Rizki, pedagang, mengatakan juru parkir itu dibacok saat jam buka puasa, Senin (28/5/2018). Saat itu, Jar’i bekerja bersama anak lelakinya.

“Dia luka bacok di lengan, leher bagian belakang dan punggungnya,” ungkapnya. “Anak lelakinya luka di tangan kanan. Setau kami anak lelakinya itu atlet di sini.”

Pedagang lain yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan seorang pria pengunjung stadion mengeluarkan sepeda motor. “Dia sebelumnya jogging di stadion,” ungkapnya.

Pria itu, sambungnya, mengeluarkan motor untuk meninggalkan stadion. “Dia diminta uang parkir Rp2.000 tapi marah-marah,” ungkapnya. “Lalu terjadi ribut-ribut. Pak jar’i dibacok sama orang yang sempat jogging itu. Golok itu diambil dari jok motornya.”

Melihat itu, anak Jar’i datang untuk melerai. “Tapi anak Pak Jar’i itu juga dibacok di tangannya,” katanya.
Mobil Xenia yang ada di tempat itu, sambungnya, juga dirusak pelaku menggunakan golok. Kaca depan dan bember mobil rusak.

‘Habis ngamuk begitu, dia langsung kabur,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono, mengatakan sudah menerima laporan penganiayaan bapak dan anak itu.

“Kami sedang proses untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan ini. Kami cek ke lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengecek visum korban,” katanya. (koesma/yp)