Monday, 10 December 2018

Kebakaran Rumah Kos, Bayi Terlempar Dari Lantai 2

Rabu, 30 Mei 2018 — 0:45 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SURABAYA – Seorang ibu dikabarkan terpaksa melempar bayinya guna menyelamatkan mereka dalam peristiwa kebakaran maut, di sebuah rumah kos di Jalan Kebalen Kulon II nomor 9 Surabaya, Selasa (29/5/2018).

Peristiwa mencekam itu berlangsung tatkala si jago merah melalap rumah kos dua lantai tersebut. Sri, saksi mata mengaku melihat ada seorang ibu melempar bayinya yang baru berusia 11 bulan dari jendela di lantai atas dibantu warga lain yang berkerumun untuk menangkapnya di bawah.

“Alhamdulillah (bayi) berhasil ditangkap oleh warga di bawah,” kata tetangga depan rumah kos yang terbakar itu.

Selang beberapa detik kemudian giliran sang ibu ikut melompat dari jendela kecil di lantai atas berjarak sekitar 5 meter dari bawah itu. Selain mereka, beberapa orang lainnya pun ikut meloncat. “Ada yang terluka juga,” sambungnya.

Menurutnya, kebakaran itu terjadi siang hari sekitar pukul 14.00. Api berusaha dipadamkan lebih dulu oleh warga secara manual menggunakan air dari sumur. Tak pelak, ia pun sempat panik.

Sementara, Imron, warga lainnya membantah ada bayi yang dilempar. Menurutnya, saat kebakaran terjadi, warga bergerak cepat memberikan pertolongan dengan tangga untuk 3 orang dewasa dan satu bayi. Namun tangga tersebut tidak sampai.

Saat itu, bayi terjatuh dari gendongan dan mendarat di tumpukan sampah.  “Korban yang panik memilih untuk langsung loncat, salah satu laki-laki tangan kirinya patah. Bayi yang jatuh selamat,” katanya.

Api baru bisa dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran turun dengan mengerahkan sejumlah mobil pemadam kebakaran. Setelah padam, petugas menemukan 8 penghuni kos tewas. “Diduga mereka terjebak di lantai 2,” kata seorang petugas pemadam.

(BacaKebakaran Rumah Kos, 8 Orang Tewas)

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, sementara disimpulkan titik api berasal dari kamar di lantai dasar dekat tangga. “Penyebabnya masih diidentifikasi,” ucapnya. (*ys)