Saturday, 22 September 2018

Resiko Mau jadi Bini Preman Anak Tiri Dijadikan Cemilan

Sabtu, 2 Juni 2018 — 6:14 WIB
terlalu

SALAH Lasminah, 40, sendiri; kenapa mau jadi bini preman pasar. Baru beberapa bulan menikah, Wakidi, 38, tega menodai Nu, 15, anak bawaan istri. Tiap pengin mengancam. Tak tahan jadi cemilan ayah tirinya, Nu pun melaporkan Wakidi ke keluarganya dan berlanjut ke kantor polisi.

Menjadi janda dalam usia relatif muda, memang banyak yang tidak tahan. Biasanya ada kehangatan malam, kini mendadak ngaplo. Kalau gatelnya badan, diberi obat gatal langsung sembuh. Jika gatelnya karena rindu belaian lelaki, bagaimana solusinya kecuali mencari suami baru.

Ny. Lasminah warga Wajak (Malang), beberapa tahun lalu bercerai karena suami terpikat wanita lain. Dia mendingan jadi janda, ketimbang dipoligami makan hati. Nuning anak semata wayangnya diurus sendiri, biarlah bekas suami puas dan bebas bersama istri barunya.

Sejak menyandang status janda, Lasminah harus mencari nafkah sendiri, tak bisa lagi cukup mamah karo mlumah. Dengan jualan di Pasar Wajak, untuk sehari-hari bisa ketemulah. Pendek kata urusan perut tetap terjamin. Tapi yang di bawah perut? Ini yang menjadi problim horisontal, yang dari hari ke hari belum ada penyelesaian. Gara-gara belum ada suami pengganti, dinginnnya daerah Malang semakin terasa.

Lasminah sudah menunggu-nunggu, semoga segera datang suami baru. Tapi tak kunjung hadir juga. Sampai-sampai untuk memicu semangat cari suami baru, dia bikin tagar: #2018 ganti suami. Ee, yang masuk ternyata kelasnya tikus got. Karena makin lama makin dingin dan gatel, akhirnya Lasminah menerima cinta Wakidi, seorang preman di Pasar Wajak.

Sebetulnya Lasminah tahu persis bagaimana kerja dan kinerja Wakidi. Tapi ketimbang lama menjanda, ya sudahlah diterima saja. Yang penting tak perlu mempertebal selimut . Dan memang betul, dengan suami baru bernama Wakidi ini, ranjang di kamarnya tidak lagi diam tanpa makna. Ada saja kegiatan yang sangat menggairahkan.

Tapi kebahagiaan Lasminah tak berlangung lama. Sebab baru setahun menikah tiba-tiba Nu mengadu bahwa sering diganggu oleh ayah tirinya. Apa maksud “diganggu” itu? Apa gangguan PLN karena listrik mati-mati melulu, rasanya tidak. Ternatyata maksudnya, Wakidi selalu menodainya dengan ancaman.

Langsung saja Lasminah melapor ke polisi dan lelaki celamitan ini ditangkap. Awalnya dia mengaku difitnah oleh Nu. Tapi karena bukti-bukti cukup kuat, terpaksa mengakulah bahwa anak tirinya selama ini memang dijadikan cemilan. Kata polisi Wakidi terancam hukuman 15 tahun penjara.

Ya nanti kalau divonis tinggal banding dan kasasi, toh sudah tak ada hakim Artidjo Alkostar. (JPNN/Gunarso TS)