Monday, 24 September 2018

Sandi Yakin Jakarta jadi Destinasi Utama Wisata Halal di Asia

Sabtu, 2 Juni 2018 — 18:03 WIB
Sandiaga dalam acara wisata Halal terbesar se-Indonesia di Hotel Grand Cempaka, Sabtu (2/6/2018).

Sandiaga dalam acara wisata Halal terbesar se-Indonesia di Hotel Grand Cempaka, Sabtu (2/6/2018).

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno optimis mampu menghadirkan satu juta wisatawan halal dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Bahkan, dia berharap Jakarta mampu menjadi destinasi utama wisata halal di Asia Tenggara.

“Kegiatan kita hari ini membuka halal tourism karena halal tourism adalah satu sumber penciptaan lapangan kerja, membuka lapangan kerja lewat inisiatif Jakarta Halal and Family Friendly to them,” kata Sandiaga dalam acara wisata Halal terbesar se-Indonesia di Hotel Grand Cempaka, Sabtu (2/6/2018).

Dengan berkumpulnya pelaku usaha Sandiaga yakin bisa mewujudkan Jakarta sebagai destinasi utama wisata halal di Asia Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga mengapresiasi kekompakan antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menyamakan visi menuju wisata halal di Jakarta.

“Kita sudah canangkan bahwa Jakarta sama seperti NTB. Ingin meraih predikat the best halal destination of the world. Saya lihat wajah-wajah optimis di sini. Ini wajah-wajah insya Allah bukan wajah lapar, tapi wajah optimis. Optimistic for achieve the target to become best halal destination before 2022. Target sudah jelas menghadirkan satu juta wisatawan halal lima tahun ke depan. Satu juta wisatawan halal menjemput peluang ekonomi pariwisata halal senilai 30-40 triliun di tahun 2022,” kata Sadiaga.

Pria yang akrab disapa Sandi itu yakin Jakarta mampu mewujudkan destinasi wisata halal dengan segala potensi yang dimiliki.

“Kita mampu dan insya Allah pasti bisa. Kita punya 40 ribu lebih kamar hotel di Jakarta. Ada 5 ribu lebih masjid dan musala, 17 ribu makanan minuman bersertifikat halal. 200 destinasi wisata. 170 mall. Sudah banyak mall yang ikut juga sebagai mall syariah dan mall yang sadar zakat. Ratusan destinasi ziarah, belum tersertifikasi,” ucap dia.

Sandi sebut telah perintahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tinia Budiarti untuk mendukung penuh terciptanya pariwisata halal. Tidak lain untuk menambah lapangan pekerjaan.

“Ini momentum kita. Quick win kita ini adalah pariwisata halal. Dan quick win untuk mendorong pembangunan kapasitas baik dari destinasinya sendiri, physical aspect offer maupun SDM-nya juga, lapangan kerjanya juga. Dan ini kita harus dorong dengan promosi. Kita akan punya badan sendiri yang khusus tangani untuk mendorong promosi pariwisata di DKI dan kita khususkan untuk pariwisata halal,” kata Sandi.

Dijelaskan Sandi, pariwisata halal hukan hanya wisata umrah, haji atau berkaitan dengan masjid. Namun, banyak yang bisa dikembangkan dari pariwisata lainnya untuk dijadikan pariwisata halal.

“Pariwisata halal itu bukan hanya outbound, bukan hanya umrah, bukan hanya kita fokus di destinasi-destinasi di luar Indonesia. Bring wisatawan mancanegara ke Indonesia untuk berwisata pariwisata halal. Biro wisata harus fokus bagaimana mindset kita, kita ubah. Kita siapkan paket-paketnya. Saya akan perhatikan secara khusus. Dan saya akan pastikan bahwa paket pariwisata halal inbound ke Jakarta akan menjadi prioritas kita lima tahun ke depan,” ucap Sandi.

“Kita bangun ekosistem pariwisata halal dan harmoni, agresif. Kita tidak boleh business as usual. Halal itu adalah global. Bukan hanya halal food, halal logistic, ada juga halal restaurant, ada halal advertising, ada halal money changer, ada halal transportation. Ada banyak lagi komponen ekosistem lainnya, semua kita balut dalam sebuah konsep halal tourism and family friendly,” lanjut dia.

Selain itu, dia meminta pelaku usaha wisata agar meninggalkan bisnis yang berbau maksiat dan beralih kepada wisata halal. Dengan begitu, maka lapangan pekerjaan baru akan banyak dibuka untuk warga Jakarta.

“Dan saya lihat kunci utamanya adalah Halal Tourism. Halal Tourism akan membuka begitu banyak lapangan kerja. Kerja sama OK OCE dan Masyarakat Ekonomi Syariah hari ini merupakan suatu awal baru dari kerja keras kita insya Allah di tahun-tahun yang masa mendatang,” tandas Sandi. (Yendhi/b)