Tuesday, 13 November 2018

Tak Paham Kegiatan Tadarus, Bule Prancis Ini Minta Maaf Pada Ustadz

Minggu, 3 Juni 2018 — 14:51 WIB
Mr Frank disaksikan petugas minta maaf pada Ustadz Adi Syafei .(yopi)

Mr Frank disaksikan petugas minta maaf pada Ustadz Adi Syafei .(yopi)

BOGOR – Video warga negara asing (WNA) marah-marah ke warga Des Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor  karena pengeras suara di mushala  viral,  Polsek Ciampea langsung ke TKP dan menenangkan masyarakat agar tidak bertindak reaktif.

Petugas selanjutnya menghubungi tokoh masyarakat sekitar dan MUI Desa Ciampea. Petugas berusaha memanggil kedua belah pihak guna menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah dan mufakat.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan, penyelesaian kasus ini  dihadiri oleh kedua belah pihak serta disaksikan oleh Kapolsek dan Babinsa dan Babinkamtibmas.

Polisi juga memeriksa data data kewarganegaraan berupa pasport dan Visa warga asing ini.

AKP Ita Puspita menuturkan, awalnya Polsek Ciampea Polres Bogor mendapatkan laporan dari warga bahwa di Kampung Ciampea Hilir, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor telah terjadi kesalahpahaman antara warga yang melaksanakan acara tadarus dan mengaji di Mushola Nurul Jadid yang dipimpin oleh Ustadz Adi Syafei dan kemudian ada warga negara Prancis yang tinggal didepan mushola merasa terganggu sehingga menegur Ustadz dan mengakibatkan cekcok mulut antara Mr Frank dan Ustadz Ade Syafei.

“Mr Frank (62), merupakan warga negara Perancis menikah dengan wanita Indonesia bernama Asmini 50 tahun,”kata AKP Ita Minggu (3/6/2018).

Asmini, istri warga negara asing saat diminta keterangan  menjelaskan, jika suaminya mengidap gangguan emosi (marah – marah) dan bahkan untuk tidur pun ditempatkan di luar rumah.

Dalam mediasinya Mr Frank menyadari akan kesalahan yang diperbuat nya karena telah emosi dengan mengeluarkan perkataan yang tidak sepatutnya diucapkan dikarenakan ia tidak mengetahui bahwa kegiatan sholawatan dan tadarus merupakan kegiatan umat muslim.

Pada kesempatan itu Mr Frank memohon maaf kepada Ustadz Ade Syafei dan warga sekitar atas perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. (yopi/tri)