Tuesday, 25 June 2019

Ketua DPR RI Dipanggil KPK Terkait Kasus e-KTP

Senin, 4 Juni 2018 — 11:56 WIB
Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (dok/cw4)

Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (dok/cw4)

JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus e-KTP. Selain Bamsoet, eks Ketua Pansus Angket KPK Agung Gunandjar Sudarsa, Politisi Demokrat Mirwan Amir dan Politisi Golkar Melchias Marcus Mekeng juga diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi e-KTP, atas tersangka Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk IHP dan MOM,” ucap Juru Bicara KPK Febri Dianysah, Senin (4/6/2016).

Sayangnya, Bamsoet kabarnya tidak bisa memenuhi panggilan lantaran terbentur jadwal kegiatan dewan.

Sekedar informasi, dalam persidangan, Irvanto sendiri merinci terkait nama-nama orang yang menerima uang proyek e-KTP.  “USD 1 juta untuk Chairuman Harahap, terus ke Pak Mekeng USD 1 juta, terus ke Pak Agun (Gunandjar) USD 500 ribu dan USD 1 juta, terus Jasfar USD 100 ribu, Ibu Nur Ali Assegaf USD 100 ribu,” ucapnya dalam persidangan.

Bahkan, Irvanto mengaku banyak “menebar” uang proyek e-KTP tersebut. Semuanya tercatat di dalam buku yang ia punya. “Saya lupa berapa, tapi saya ada catatanya,” paparnya.

Irvanto merupakan keponakan terpidana kasus e-KTP, Setya Novanto. Irvanto sendiri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus e-KTP. Dalam kasus ini Irvanto menjabat sebagai Direktur PT Murakabi Sejahtera  yang diduga ikut merugikan negara Rp2,3 triliun.

Sementara itu, Made Oka diduga menjadi perantara jatah proyek e-KTP sebesar lima persen bagi Setnov melalui perusahaan PT Delta Energy. (cw6/mb)