Tuesday, 21 August 2018

Suka “Jajan” di Luaran Karena Bonggol Kecil

Senin, 4 Juni 2018 — 5:45 WIB
maaf

DALAM berumahtangga, benggol dan bonggol sama penting. Ny. Tutut, 40, yang hanya surplus dibenggol tapi peceklik dibonggol, nekat “jajan” di luaran bersama sejumlah teman lelaki. Begitu ketahuan Amir, 45, suaminya langsung diceraikan. Tutut pasrah saja, habis bonggol suami terlalu kecil dan kurang nendang.

Banyak artis kita memilih kawin dengan orang Barat. Alasannya macam-macam, tapi ada juga yang karena “burung” lokal tak lagi menjanjikan. Beda dengan burung impor, dia sangat pandai berkicau, bernyanyi tri lili lili…..merdu suaranya, seperti kata penyanyi Tety Kadi dalam lagunya tahun 1967-an.

Ny. Tutut warga Sidatapa, Surabaya, termasuk perempuan yang sangat mendambakan burung yang pandai berkicau itu. Tapi sayang, keinginan itu terhenti pada sebuah fiksi, karena burung atau bonggol suami sama sekali tidak menjanjikan, jika tak mau disebut kekecilan. Sayangnya Tutut tak pernah mau berterus terang pada Amir suaminya.

Karenanya Amir tak pernah menyadari kekurangannya. Bagi dia, sepanjang istrinya dipenuhi segala kebutuhan benggolnya, sudah beres. Dan Amir memang sosok lelaki yang pintar cari duit. Maka istrinya tak pernah kekurangan benggol. Belum habis saja sudah ditambah. Gaji Amir memang cukup besar, meski masih kalah jauh dengan personal BPIP di Istana.

Padahal maunya Tutut bukan hanya itu. Benggol memang penting, tapi bonggol juga sangat penting. Terus terang dia tak pernah puas melayani suami dalam percaturan ranjang. Ibarat permainan bulu tangkis, Tutut ingin dapat smash-smash tajam menukik. Tapi Amir tak pernah mampu melakukan, lha wong “raket”-nya terlalu kecil.

Kalau dirinya seorang artis sinetron sejuta episode, pasti sudah kawin dengan orang Barat. Tapi karena hanya ibu rumahtangga biasa, dia hanya bisa curhat dengan sesama teman wanitanya. Lalu ada yang memberikan solusi. Ada “raket” dalam negeri tapi buas smash atau lop sangat memadai. “Bisa bikin merem melek, Mbak.” kata teman berpromosi.

Diam-diam Tutut mencoba kencan dengan lelaki rujukan teman, tempatnya di hotel dengan biaya atas tanggungan Tutut sendiri tentunya. Ternyata memang jempolan, nendang banget pokoknya. Sejak itu istri Amir ini jadi ketagihan. Di kala suami sibuk di kantor, dia kencan dihotel bersama lelaki yang selalu berganti-ganti, yang digaransi dia punya bonggol.

Tapi apes itu datang tak pernah bisa diprediksi. Saat HP ketinggalan, Amir mencoba buka-buka WA milik istrinya. Ternyata di situ banyak pembicaraan sekitar kencan di hotel, dari lelaki bernama A sampai Z. Amir menangis, karena tak menyangka bahwa aset miliknya sudah menjadi milik publik, padahal dia tak pernah menjual saham itu.

Saat ketemu istrinya, langsung dinterogasi tentang hobinya “jajan” di luaran. Padahal kata buku Bahasaku bacaan SD, mengudap di jalan itu tidak baik, bisa bikin sakit perut bahkan bisa terkena tipes dan kolera. “Apa kamu mau bernasib seperti Muntu yang tukang jajan itu?” sergah Amir.

Tutut tak bisa berkutik dan terima salah. Maka ketika diajak ke Pengadilan Agama Surabaya untuk bercerai, dia sudah siap. Sebab dengan bercerai dengan Amir langsung bisa mencari suami pengganti yang burungnya sangat menjanjikan.

Pokoknya #2019 ganti suami ya Mbak ya? (Gunarso TS/JPNN)