Sunday, 16 December 2018

Awalnya Disuruh Mengawasi Akhirnya Malah Minta Dipuasi

Selasa, 5 Juni 2018 — 6:51 WIB
gapuas

INI kisah orang tak bisa menjaga amanat. Semula Nugroho, 43, hanya disuruh mengawasi janda Suwarti, 40, yang kabarnya doyan selingkuh. Pada akhirnya, Nugroho malah menyelingkuhi si janda gatel. Tapi karena dia tak mampu memuaskan Suwarti, terjadilah keributan dan nyawa si janda pun melayang.

Menjaga amanat itu susah, apalagi jadi pemimpin yang amanah. Amanat jadi terkhianati kebanyakan karena tergiur oleh rasa nikmat, baik itu berupa uang, harta maupun wanita. Memang begitulah manusia, asal urusan tiga ta, yakni harta, tahta dan wanita, orang bisa lupa pada kebenaran.

Nugroho yang tinggal Sidoarjo (Jatim), termasuk tokoh masyarakat di lingkungannya. Dia bertetangga dengan Suwarti janda STNK. Karena dia cantik dan supel, banyak kalangan ibu rumahtangga yang khawatir akan sepak terjang sijanda. Takutnya suami mereka tergiur, dan tahu-tahu #2019 ganti istri. Kan kacau.

Keluarga dekat Suwarti risih juga mendengar gosip miring itu. Maka diam-diam mereka minta tolong Nugroho untuk mengawasi. Benar atau benar bahwa Suwarti memang janda gatel yang suka berganti pasangan sekedar untuk memuaskan kebutuhan biologis. Isyu negatif ini sungguh pembunuhan karatker untuk keluarga besar mereka.

Nugroho pun menyanggupi. Agar bisa lebif efektif dan intensif mengawasi si janda, dia tak sekedar mengawasi dan mengamati dari jauh, tapi justru turun ke gelanggang. Dia memancing-mancing Suwarti untuk diajak mesum. Ternyata karena memang hobi, janda gatel itu langsung ho oh saja.

Di sebuah tempat keduanya berkencan ria, tapi ya sekedar pembukaan dan pemanasan belaka. Ibarat baca buku, Nugroho cukup baca sampai kata pengantar penerbit. Untuk membaca seluruhnya sampai tamat, Nugroho takut pada pesan istrinya, “Jangan suka main perempuan, apa lagi merusak rumahtangga orang.”

Yang keki tentu saja Suwarti. Karena nafsunya yang menggantung itu menjadikan dia mengancam Nugroho. Jika tak bisa memuaskan dirinya, jangan menyesal nanti anak lelaki Nugroho yang sudah berusia 20 tahun bakal dipikat dan dijadikan brondong olehnya. Nugroho hanya bisa bilang silakan saja, sebab dia takut akan pesan istrinya di rumah.

Lain hari kembali Suwarti mengajak nginap ke hotel, tapi Nugroho ogah. Takut imannya lama-lama kalah sama “si imin”. Akhirnya si janda mengalah, hanya mengajak Nugroho jalan-jalan pakai mobil. Maka keduanya muter-muter sampai ke Kediri. Lagi-lagi di sini Suwarti yang kegatelan mengajak Nugroho kencan di hotel. Karena si janda ngotot alkhotot, Nugroho jadi gelap mata. Suwarti pun dihajar hingga tewas.

Bingung Nugroho untuk menghilangkan jejak. Malam-malam mayat Suwarti dikuburkan sendirian di makam Desa Tegowangi. Karena tergesa-gesa dan tanpa lampu penerangan lagi, salah satu kaki Suwarti nongol tanpa disadari. Esuk paginya geger dan terkuaklah skandal Nugroho yang selama ini dikenal alim itu.

Kata setan, jadi praktisi selingkuk kok tanggung. (KC/Gunarso TS)