Tuesday, 23 October 2018

Pria Ini Berharap Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia

Selasa, 5 Juni 2018 — 1:50 WIB
Sarman El Hakim (paling kiri) ketika berada di Zurich. (ist)

Sarman El Hakim (paling kiri) ketika berada di Zurich. (ist)

INDONESIA sudah saatnya menjadi tuan rumah Piala Dunia. Penegasan itu disampaikan Sarman El Hakim, Ketua Umum Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), seraya menambahkan peluang itu terbuka untuk tuan rumah Piala Dunia Tahun 2022 mendatang.

“Tak ada yang kurang dengan Indonesia. Sepakbola punya penggemar luar biasa di negeri ini, jadi tak ada salahnya kita punya peluang untuk menjadi penyelenggara Piala Dunia di tahun 2022,” kata Sarman dalam perbincangan dengan Pos Kota.

Sarman menuturkan, dirinya pernah mengajukan agar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memilih Indonesia sebagai tuan rumah di ajang Piala Dunia tahun 2022 nanti. Kampanye tersebut ia lakukan pertama kali tahun 2009 lalu.

“Saya juga hadir di perhelatan Piala Dunia di Afrika Selatan tahun 2010 lalu. Disana saya kampanye sembari membentangkan bendera Merah Putih agar seluruh dunia tahu bahwa Indonesia siap jadi tuan rumah,” ungkap Sarman.

Tak hanya itu, lanjut Sarman, dirinya nekat sambangi kantor FIFA di sejumlah negara Eropa guna terus menggaungkan Indonesia diplih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. “Saya tak pernah berhenti untuk kampanye Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Ini karena peluang sangat terbuka untuk Piala Dunia 2022,” kata Sarman.

MASIH BERPELUANG

Nama Indonesia saat ini menjadi satu dari sekian negara besar yang masuk dalam ‘bidding’ calon tuan rumah Piala Dunia. Meski kemungkinan Qatar jadi calon kuat, namun Sarman yakin Indonesia masih berpeluang merebut gelar tersebut. Ada satu hal dimana musim panas yang berkepanjangan diyakini jadi faktor negara minyak tersebut akan gagal jadi tuan rumah Piala Dunia 2022 nanti.

“Indonesia masih memiliki kesempatan jadi tuan rumah. Karena dalam sejarah FIFA juga pernah membatalkan Piala Dunia di Kolombia tahun 1986. Ini harus dimanfaatkan peluang yang terbuka ini,” beber Sarman.

Ini dimungkinkan dimana pernah terjadi Komite Eksekutif FIFA yang mengadakan petemuan di Zurich tahun 2010 lalu yang hanya memutuskan 6 negara yang lolos kualifikasi jadi tuan rumah, yakni Australia, Jepang, Qatar, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Meski proses belum selesai, namun secara tiba-tiba Presiden FIFA Sepp Blatter memutuskan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 2022.

Keputusan Blatter sendiri mendapat pertentangan dari banyak pihak. Kondisi semacam itu diharapkan Sarman diambil oleh Presiden RI Joko Widodo untuk mengajukan bidding kembali ke FIFA. Ia yakin jika bidding ini dilakukan peluang Indonesia bisa menjadi tuan rumah pesta sepakbola sejagad itu akan sangat terbuka untuk Indonesia. (prihandoko/bu)