Tuesday, 21 August 2018

Stop Vandalisme Berkedok SOTR

Selasa, 5 Juni 2018 — 4:51 WIB

DALAM sepekan ini, setiap malam menjelang dinihari ruas jalan raya di wilayah DKI Jakarta, dipenuhi konvoi ribuan sepeda motor dan ratusan mobil. Pesertanya, muda-muda dari berbagai kelompok.

Pemandangan paling ramai bisa dilihat di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Membawa bendera kebesaran masing-masing kelompok, rombongan bermotor konvoi menuju satu arah, kawasan Kota Tua. Sedangkan kendaraan roda empat, kapnya dibuka dan penumpangnya duduk menjuntai kaki di belakang.

Mereka menamakan kegiatan ini sebagai Sahur On The Road (SOTR). Padahal tak ada makanan yang dibagikan di jalan, dan orang yang akan diberi juga tidak ada karena kaum duafa maupun gelandangan berada di jalan di tengah malam, sulit ditemukan.

Pantauan koran ini, aparat kepolisian dan TNI dibuat sibuk. Mobil patroli Polsek Metro Tamansari Jakarta Barat meraung-raung menghalau perserta konvoi, sedangkan aparat TNI melakukan penyekatan di perempatan menuju Kota Tua. Rombongan dibuat cair berpencar. Ini cara aparat melakukan tindakan preventif mencegah gangguan kamtibmas.

Fenomena konvoi anak-anak muda terjadi setiap tahun di malam Ramadhan. Sejatinya kegiatan SOTR bertujuan mulia, membagikan makanan kepada kaum duafa yang ditemui di jalan. Kegiatan ini awalnya dilakukan oleh aktivis penggiat sosial serta anggota kelompok pengajian. Namun belakangan justru kelompok-kelompok bermotor ‘mengekor’, turun ke jalan berkedok SOTR.

Ramainya konvoi motor maupun mobil yang diikuti ribuan anak muda berbeda kelompok, berpotensi menimbulkan gesekan. Pemprov DKI sejak sebelum Ramadhan sudah mengimbau warga Jakarta untuk tidak konvoi di jalan dengan alasan SOTR. Tetapi imbauan ini tak diindahkan.

Kekhawatiran munculnya gangguan kamtibmas, kini terbukti. Seorang anggota Pokdar Kamtibmas Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, disiram air keras oleh peserta konvoi. Belum lagi aksi vandalisme corat-coret di dinding Underpass Mampang-Kuningan Jakarta Selatan, seperti diunggah twitter Polda Metro Jaya.

Banyaknya dampak buruk dari konvoi berkedok SOTR, semua elemen masyarakat punya kewajiban menghentikan dan mencegah aktivitas ini. Keluarga adalah pihak pertama yang paling berperan mencegah anak-anaknya keluar tengah malam dengan tujuan tidak jelas.

Begitupula RT, RW maupun tokoh masyarakat tidak bisa lepas tanggungjawab mengimbau warganya untuk tidak menodai kesucian Ramadhan. Bila memang ingin menggelar kegiatan sosial berbagi kasih kepada kaum duafa, salurkan saja langsung kepada kelompok tak berpunya yang banyak tersebar di Jakarta, atau berkoordinasi dengan dinas sosial.

Sikap tegas Pemprov DKI dan Polda Metro yang akan menindak tegas konvoi kendaraan berkedok SOTR, patut diapresiasi. Tindakan preventif harus dikedepankan, akan tetapi tindakan represif juga harus diterapkan bagi pelanggar hukum. **