Tuesday, 19 June 2018

Tips Pemudik Hindari Kejahatan

Rabu, 6 Juni 2018 — 5:05 WIB

JUMLAH pemudik Lebaran dari ke tahun terus naik. Begitu pun tahun 2018 ini. Kenaikan diprediksi merata pada semua jenis transportasi yang digunakan pemudik.

Pemudik yang menggunakan bus naik sekitar 1,76 persen menjadi 8 juta orang. Pemudik dengan sepeda motor juga naik menjadi 8,5 juta orang, mobil penumpang sekitar 3,72 juta. Sedangkan untuk pengguna angkuatan udara, kereta api dan kapal laut kenaikannya berkisar antara 5 sampai dengan 5,2 persen.

Dalam mengelola angkuatan Lebaran tentu saja konsentrasi tidak saja kepada kenaikan jumlah pemudik, tetapi bagaimana menyiapkan angkutan yang aman dan nyaman, fasilitas yang terjamin dan infrastruktur yang tersedia dengan baik.

Tidak kalah pentingnya adalah melindungi pemudik dari tindak kriminalitas yang cenderung meningkat jelang Lebaran.

Berdasarkan tren kejahatan dari tahun ke tahun, Pos Kota mencatat setidaknya ada lima jenis kejahatan yang perlu diwaspadai jelang Lebaran.

1. Perampokan gaji pegawai dan THR ( Tunjangan Hari Raya).
2. Pencurian rumah kosong (rumsong)
3. Hipnotis dan pembiusan
4. Penipuan
5. Penjambretan

Untuk perampokan gaji pegawai dan THR, diprediksi akan terjadi bertepatan dengan warga masyarakat usai menerima gaji atau uang THR. Jika Idul Fitri jatuh tanggal 15 dan 16 Juni, berarti akhir pekan ini aparat keamanan perlu lebih mewaspadai terhadap kemungkinan pelaku kejahatan menyasar para penerima THR.

Pada saat yang bersamaan, seiring dengan mulai mengalirnya pemudik menggunakan angkutan umum, penjahat bergeser ke lokasi seperti terminal bus, bandara dan stasiun kereta api.

Jenis kejahatan yang harus diwaspadai para pemudik adalah penjambretan, hipnotis dan pembiusan. Pelaku hipnotis dan pembius akan mengawali aksinya seolah teman satu kampung atau satu perjalanan mudik. Jika sudah merasa akrab, pelaku akan memperdaya korbannya (pemudik) dengan cara menepuk pundak atau memberikan minuman yang sudah dicampur obat bius.

Untuk menghindari aksi kejahatan seperti ini, pemudik jangan mudah percaya kepada orang yang mengaku satu kampung halaman. Jangan hiraukan ajakan pulang bareng, apalagi kepada orang yang baru dikenal. Jangan tergoda senyum manis dan tawaran minuman gratis.

Dan, jangan bawa atau kenakan barang berharga yang mengundang penjahat mengincarnya. (*).