Tuesday, 21 August 2018

Keutamaan Subuh Berjamaah

Kamis, 7 Juni 2018 — 6:00 WIB
ustad ahmad yani 2- ys

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudaraku… Pembaca Poskotanews.com.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Salah satu keharusan setiap muslim adalah melaksanakan shalat yang lima waktu dan lebih ditekankan lagi untuk dilakukannya secara berjamaah. Di antara shalat berjamaah yang lebih ditekankan lagi adalah isya dan subuh, Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً

Seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung dalam shalat ‘atamah (yakni shalat isya) dan subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. (HR. Bukhari dan Ahmad).

Bagi orang munafik, shalat berjamaah merupakan perkara yang amat berat untuk dilaksanakan, shalat isya dan subuh berjamaah merupakan perkara yang lebih berat lagi, karenanya bila ada kemalasan kita untuk shalat berjamaah harus kita waspadai karena bisa jadi ada virus kemunafikan menyerang jiwa kita, dalam satu hadits digambarkan dari Abu Ishaq dari bapaknya:

 سَمِعْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا صَلاَةَ الصُّبْحِ فَقَالَ أَشَهِدَ فُلاَنٌ الصَّلاَةَ قَالُوا لاَ قَالَ فَفُلاَنٌ قَالُوا لاَ قَالَ إِنَّ هَاتَيْنِ الصَّلاَتَيْنِ مِنْ أَثْقَلِ الصَّلاَةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا َلأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَالصَّفُّ اْلأَوَّلُ عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلاَئِكَةِ وَلَوْ تَعْلَمُونَ فَضِيلَتَهُ لاَبْتَدَرْتُمُوهُ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ وَحْدَهُ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَانُوا أَكْثَرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Aku mendengar Ubay bin Ka’b berkata: “Suatu hari Rasulullah saw mengerjakan shalat subuh, lantas beliau bersabda, Apakah kamu melihat Fulan ikut shalat berjamaah?’ Para sahabat menjawab, ‘Tidak’. Rasulullah saw bertanya lagi, ‘Apakah si Fulan (orang lain lagi) ikut shalat berjamaah?’ Sahabat menjawab, Tidak, Beliau saw lalu bersabda: ‘Dua shalat ini sangat berat bagi orang munafik. Andaikan mereka mengetahui (pahala) nya, mereka pasti mendatanginya, walau dengan merangkak. Barisan pertama laksana barisan para malaikat, seandainya mereka mengetahui keutamaannya mereka pasti bersegera menuju barisan pertama. Shalatnya seseorang bersama orang lain lebih utama baginya daripada shalat sendirian dan shalat seseorang bersama dua orang lebih utama daripada shalat bersama satu orang. Kalau mereka bertambah banyak. Allah Azza wa Jala lebih mencintainya’.” (HR. Nasai).

Bulan Ramadhan seperti sekarang merupakan bulan dimana kaum muslimin yang ikut shalat berjamaah relatif lebih banyak. Karenanya hal ini harus kita lanjutkan sesudah Ramadhan berakhir, meskipun kenyataan menunjukkan bahwa bila Ramadhan telah berakhir yang ikut shalat berjamaah, apalagi subuh kembali lagi seperti semula, yakni jumlah jamaah yang tidak begitu banyak.

Untuk memotivasi kita shalat subuh berjamaah, maka paling tidak, ada tiga keutamaan yang akan kita peroleh. Pertama, Dalam Perlindungan Allah swt, ini merupakan sesuatu yang amat kita dambakan, karena orang yang dilindungi-Nya akan membuat manusia selamat dari keburukan dan kejahatan yang mungkin dilakukannya sehingga dengan demikian ia akan selalu melakukan kebaikan. Perlindungan seperti ini akan diperoleh bagi siapa saja yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, hal ini merupakan jaminan dari Allah swt..

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللهِ

Barangsiapa shalat subuh berjamaah, maka dia dalam perlindungan Allah (HR. Ibnu Majah dan Thabrani).

Selain itu, perlindungnan juga akan diperoleh dalam arti terhindar dari kejahatan orang lain sehingga orang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah akan memperoleh keselamatan dalam hidup di dunia dan akhirat.

Keutamaan kedua dari shalat subuh berjamaah adalah memperoleh nilai pahala yang amat besar yang digambarkan seperti orang yang shalat semalam suntuk. Shalat malam yakni shalat tahajjud merupakan shalat sunat yang amat ditekankan kepada kita, bahkan bagi Rasulullah saw hal itu malah diwajibkan, ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalat malam dan keutamaan itu bisa kita raih dengan melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, bahkan bisa kita dapatkan keutamaan yang lebih besar lagi, yakni seperti orang yang beribadah semalam suntuk, sesuatu yang amat sulit kita lakukan, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ  فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Barangsiapa shalat subuh berjamaah, maka seolah-olah ia shalat semalam suntuk (HR. Ahmad, Abu Daud dan Muslim).

Dalam hadits lain dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat isya secara berjamaah, itu seperti beribadah setengah malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat isya dan subuh secara berjamaah, maka ia seperti beribadah semalam (HR. Abu Daud).

Ketiga yang merupakan keutamaan shalat subuh berjamaah adalah Memperoleh Cahaya Yang Sempurna. Pada hari kiamat manusia amat membutuhkan pertolongan dari Allah swt. Mereka yang ditolong adalah mereka yang dalam hidupnya suka beramal shaleh, di antaranya adalah yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah dan pertolongannya dalam bentuk memperoleh cahaya yang amat dibutuhkan pada saat kegelapan di hari kiamat, Rasulullah saw bersabda:

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِى الظُّلْمِ إِلَى الْمَسْجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Berbahagialah orang-orang yang banyak berjalan ke masjid dalam kegelapan, mereka meraih cahaya yang sempurna pada hari kiamat (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Hakim).

Dengan demikian, setiap kita seharusnya berusaha untuk selalu melaksanakan shalat subuh berjamaah, bahkan lebih bagus lagi bila hal ini menjadi gerakan di masjid kita masing-masing.

Demikian pesan-pesan Ramadhan kita apda hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama, aamin yaa rabbal alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Drs. H. Ahmad Yani

* Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah

* Penulis Buku Panduan Ramadhan & Doa Al Ma’tsurat Kubra

* Pengurus Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta

* Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII)

* Ketua Bidang Dakwah Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI)