Thursday, 23 May 2019

KPK Dalami Asal-Usul Uang Rp1,9 Miliar Dari Rumah Bupati Bengkalis

Kamis, 7 Juni 2018 — 14:54 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Bupati Bengkalis, Amril Mukminin menjalani pemeriksaan bersama tiga saksi lain terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tahun anggaran 2013-2015, Kamis (7/6/2018).

Pemeriksaan berlangsung di Mako Brimob Polda Riau, Pekanbaru, Riau. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, ada banyak hal yang perlu penyidik konfirmasi terhadap bupati. Salah satunya soal uang Rp1,9 miliar yang penyidik temukan dalam penggeledahan di kediaman bupati beberapa hari lalu.

“Terhadap saksi bupati kami konfirmasi terkait asal-usul uang Rp1,9 miliar yang ditemukan di rumah bupati sebelumnya,” kata Febri, melalui keterangan tertulis, Kamis (7/6/2018).

(BacaKPK Periksa Bupati untuk Dalami Aliran Dana Korporasi)

Selain itu, penyidik juga ingin menggali keterangan Amril terkait dugaan korupsi proyek jalan tersebut dan mendalami dugaan adanya aliran dana dari sejumlah perusahaan.

“Terhadap bupati, penyidik mengonfirmasi informasi dugaan aliran dana dari sejumlah perusahaan terkait sejumlah proyek di Bengkalis,” imbuh Febri.

Sejak awal pekan ini, penyidik KPK berada di di Mako Brimob Polda Riau untuk memeriksa sejumlah saksi sebagai bagian dari penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Bengkalis. Penyidik juga pernah memeriksa wakil ketua DPRD Bengkalis dan sejumlah pejabat Dinas PUPR Bengkalis.

(BacaKPK Panggil Joko Widodo Terkait Korupsi Proyek Jalan)

Selanjutnya, kata Febri, penyidik juga akan mengagendakan pemeriksaan kepala daerah ataupun anggota DPRD Bengkalis untuk menggali proses pembahasan anggaran di DPRD. Febri mengimbau pihak-pihak yang dipanggil sebagai saksi dapat memenuhi panggilan tersebut. “Nanti panggilan akan disampaikan, kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil datang dan memenuhi kewajiban hukum tersebut,” tuntasnya. (cw6/ys)