Tuesday, 23 October 2018

Lama Incar Gadis Tetangga Pas di Ladang Terkena Juga

Kamis, 7 Juni 2018 — 6:38 WIB
habis

USIA Darmian, sudah kepala lima, tapi masih selera juga pada gadis belia. Dia sudah lama mengincar Nuraida, 17, anak tetangga. Pas di ladang akhirnya terkena juga. Skandal ini sempat tersimpan rapi berbulan-bulan. Tapi akhirnya, dibantu teman-teman dia mengadu ke polisi dan Darmian kena batunya!

Lelaki normal cap apapun pasti tertarik pada wanita cantik. Tapi ketika usia sudah kepala lima, biasanya dia punya selera sudah berbeda. Umur 20-30 tertarik wanita usia 17-25. Tapi ketika sudah usia kepala lima, biasanya lebih berselera pada wanita usia kepala empat. Dia tak tertarik yang usia 20-an, karena jadi ingat anak sendiri di rumah.

Tapi Darmian, 52, warga Bulungan, Kalimantan Utara, ternyata lelaki yang ra tampikan (baca: doyan). Wanita usia berapa saja dia berselera. Gadis belia mau, setengah baya tidak nolak, nenek-nenek juga boleh kalau ada! Maklumlah, Darmian lelaki menduda lumayan lama, jadi rakusnya nggak ketulungan.

Di kampungnya Darmian memang petani biasa, yang bukan pemilik lahan alias buruh belaka. Walhasil untuk menikah lagi selalu terkendala akan dana. Tawaran atau sasaran sebetulnya ada saja, tapi mana mau mereka dikawini lelaki tanpa masa depan? Jadi istri Darmian sama saja “nyithak kere”, alias bikin tambah sengsara.

Salah satu incaran Darmian adalah Nuraida, gadis tetangga yang tengah duduk di bangku SMA. Cantik banget sih tidak, tapi bodinya sangat menjanjikan. Ibarat selimut jenis bedcover lah, buat kemulan anget! Tapi karena kemiskinannya, Darmian hanya menelan air ludah setiap melihat Nuraida.

Sebagai lelaki bukan lagi muda, tentu tak berani bersaing terbuka seperti remaja pada umumnya. Tapi secara diam-diam dia selalu mendekati Nuraida. Peluang itu datang ketika gadis itu ke ladang untuk memetik sayur mayur. Di sinilah dia mulai melobi dengan membantu memetikkannya.

Suatu saat, di kala situasi demikian aman secara mantap terkendali, di tengah ladang nan sepi itu ditubruknyalah Nuraida. Dengan sejumlah ancaman berhasilah Darmian melampiaskan hasratnya. Habis menggarap gadis tetangga itu Darmian lalu berpesan, jangan cerita ke mana-mana, apalagi diunggah ke medsos, nanti jadi viral. “Kalau sampai bocor, tak bunuh kamu.” Ancam Darmian seperti pelawak Kadir.

Gara-gara ancaman itu Nuraida benar-benar tak berani mengadu ke mana-mana meski pada orangtua sendiri. Beberapa bulan kemudian, yakni awal Juni 2018 ini. Dia sempat bercurhat ria bersama temannya di WA. Lewat japri dia bercerita nasibnya yang baru saja dialami. Ternyata teman itu menyarankan, lapor polisi saja, jangan takut.

Nah, karena dorongan teman itulah Nuraida kemudian melaporkan skandal yang terjadi Desember 2017 ini ke Polres Bulungan. Tentu saja Darmian kaget, tahu-tahu dijemput polisi dengan tuduhan perkosaan. “Memperkosa siapa? Enak saja,” kata Darmian. Tapi setelah dipanggilkan Nuraida selaku saksi korban, barulah Darmian tak berkutik.

Lupa ya, tapi kalau Nuraida selalu ingat ya? (JPNN/Gunarso TS)