Friday, 21 September 2018

Jokowi : Radikalisme Tidak Muncul Tiba-tiba

Jumat, 8 Juni 2018 — 0:19 WIB
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara Peringatan Nuzulul Quran Tahun 1439 H/2018 M Tingkat Nasional, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6) malam.

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara Peringatan Nuzulul Quran Tahun 1439 H/2018 M Tingkat Nasional, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6) malam.

JAKARTA – Presiden Jokowi menegaskan pemerintah terus melakukan proses deradikalisasi di kampus. Deradikalisasi itu sudah dilakukan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan pencegahan atau tindakan di Polri dan TNI.

“Memang radikalisme ini tidak muncul tiba-tiba. Ini sudah proses yang lama dan tidak mendadak datang,” kata Jokowi di sela-sela kunjungannya ke Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/6/2018).

Menurut Presiden, proses untuk deradikalisasi sudah digerakkan oleh pemerintah misalnya melalui BNPT untuk pencegahan atau tindakan di Polri dan TNI.

Presiden berharap bahwa proses deradikalisasi yang saat ini digerakkan pemerintah tidak hanya berjalan sendirian. Dia menambahkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan juga penting sebagai upaya pencegahan sejak dini.

“Misalnya Majelis Ulama Indonesia juga ikut berperan, kemudian Nahdlatul Ulama juga ikut berperan, dan Muhammadiyah juga kita ajak berperan bersama. Memang kalau melihat data yang terpapar itu angkanya sudah sangat mengkhawatirkan. Ini yang terus akan kita kerjakan,” ucap Kepala Negara.

Presiden menjelaskan saat ini sedang dilakukan kajian oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengenai diperlukan, atau tidaknya regulasi yang secara khusus mengatur soal radikalisme di lingkungan kampus ini.

“Baru dalam proses kajian oleh Kemenristekdikti. Tetapi kalau memang regulasi itu diperlukan, akan kita buat. Tapi ini masih dalam kajian,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa radikalisme di kampus dan pencegahannya sama sekali tidak berkaitan dengan prinsip kebebasan akademik atau berserikat. Dua hal itu tidak qq1adalah hal berbeda yang tidak saling terkait.

“Tidak ada hubungannya antara kebebasan akademik atau kebebasan berserikat dengan proses pencegahan radikalisme. Ini adalah proses dalam rangka eksistensi negara kita ini, bukan yang lainnya,” Jokowi menandaskan.

Seperti diketahui, tiga terduga teroris diamankan di areal Universitas Riau di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, Sabtu (2/6/2018). “Jumlahnya tiga orang (terduga teroris). Mereka bukan mahasiswa, tetapi sudah alumni,” ungkap Kapolda Riau Irjen Nandang. (Johara/b)