Friday, 20 September 2019

Soal Bangunan di Pulau D Disegel, Anies Diminta Copot Pejabat Terlibat

Jumat, 8 Juni 2018 — 15:15 WIB
Petugas memasang spanduk segel di Pulau D

Petugas memasang spanduk segel di Pulau D

JAKARTA – Penyegelan ratusan bangunan tanpa ijin di Pulau C dan D mega proyek reklamasi Teluk Jakarta oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Wakil Ketua Umum Gerak Betawi, Dany Kusuma.

Dany mengatakan, langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan penyegelan tersebut sudah tepat dan sesuai aturan. Dengan begitu, kontroversi adanya pelanggaran atau tidak di proyek tersebut sudah terjawab.

“Pak Anies membuktikan janji politiknya bahwa pembangunan di tanah reklamasi itu penuh masalah, saya mengapresiasi itu,” kata Dany kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/6/2018) malam.

Tokoh muda Betawi tersebut menilai pembangunan pulau-pulau buatan tersebut telah banyak menyalahi aturan. Bahkan, dia menduga ada pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang terlibat dalam proses pembuatan  pulau reklamasi, dia meminta Anies segera evaluasi dan copot pejabat yang terlibat atau menyalahgunakan wewenang.

“Saya kira, konsekuensi logisnya begitu. Semua pejabat DKI yang terlibat baik langsung maupun tidak dengan pembangunan reklamasi itu harus dicopot. Karena mereka telah menyalahgunakan wewenang. Pak Anies jangan memelihara orang-orang bermasalah,” ungkap Dany.

Seperti diketahui, Kamis (7/6/2018) Pemprov DKI melakukan penyegelan terhadap Pulau D dan C Reklamasi Teluk Jakarta karena tidak memiliki ijin. Penyegelan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disaksikan langsung oleh Anies Baswedan..

Total ada 932 bangunan yang disegel, terdiri atas 495 rumah, 212 rumah kantor (rukan), serta 313 unit rukan dan rumah tinggal yang disegel. Bangunan tersebut ada di Pulau D, sedangkan Pulau C hanya berupa lahan kosong hamparan pasir.

“Kita ingin menegaskan kepada semua bahwa di DKI Jakarta akan menegakkan aturan kepada semua, bukan hanya mereka yang kecil dan lemah, tetapi juga kepada mereka yang besar dan kuat. Kita ingin semua mengikuti aturan yang ada,” kata Anies. (Yendhi/b)