Monday, 24 September 2018

Hanya 485 Unit Angkutan Lebaran yang Laik Jalan

Sabtu, 9 Juni 2018 — 18:59 WIB
Petugas memeriksa kelaikan angkutan lebaran di Terminal Kalideres. (kir)

Petugas memeriksa kelaikan angkutan lebaran di Terminal Kalideres. (kir)

JAKARTA – Separoh dari sekitar 2.370 angkutan Lebaran diperkirakan tidak laik jalan. Hasil uji (ramp check) 15 Mei-7 Juni, dari total 1.101 yang sudah uji kir, hanya 485 unit yang laik, sisanya tidak laik jalan.

Hal tersebut berdasar hasil inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (ramp check) yang dilakukan di sejumlah terminal. Pemeriksaan dilakukan oleh Unit Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ).

“Berdasarkan laporan dari tanggal 15 Mei sampai dengan 7 Juni 2018, kendaraan laik 485 unit dan tidak laik 616 unit dari jumlah total 1.101 unit,” kata Kepada BPTJ Bambang Prihantono, Sabtu (9/6). Namun, Bambang tidak merinci jenis ketidaklaikan angkutan lebaran tersebut.

Sedangkan pada hasil ramp chek Jumat (8/6), diketahui dari 127unit yang diperiksa, hanya 34 unit yang laik jalan,sisanya sebanyak 93 unit tidak laik.

Pemeriksaan dilakukan di Terminal Pulogebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres , Terminal Tanjung Priok, Terminal Rawamangun,Terminal Pinang Ranti, Terminal Muara Angke dan Terminal Lebak Bulus.

Kendaaan yang tidak laik tersebut baru bisa dioperasionalkan bila sudah dilakukan perbaikan di bengkel. “Bisa dioperasikan bila sudah diperbaiki sesuai dengan hasil pengecekan,”katanya.

Pemprov DKI Jakarta,menyiapkan 585 unit bus bantuan terdiri bus pariwisata dan angkutan kota. Namun, bus bantuan tersebut diturunkan bila angkutan lebaran sebanyak 2.370 unit tersebut tidak mampu angkut penumpang.

“Bus bantuan ini menjadi kesiapan sarana kami sebagai tim pelaksana angkutan Lebaran terpadu 2018,” ujar Andri Yansyah, Kepala Dishub DKI Jakarta.

Andri menjelaskan, bus bantuan tersebut disiapkan dari sejumlah Perusahaan Otobus (PO) seperti Perum PPD, PT Mayasari Bakti, PT Sinar Jaya Megah Langgeng dan PT Bayu Holong Persada dengan total 175 bus.

Bantuan bus lainnya disiapkan dari bus pariwisata seperti PT Big Bird, PT Eka Sari Lorena, PT Pahala Kencana, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, PT Prima Jasa Perdanaraya Utama dan Perum Damri dengan total 410 bus.

“Jadi sebelum beroperasi, bus-bus ini harus mengurus perizinan ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP yang telah disiapkan di terminal-terminal,” tandasnya. (john/b)