Tuesday, 23 October 2018

Sadio Mane, Undang Imam Masjid Bukber di Rumah

Sabtu, 9 Juni 2018 — 7:03 WIB
Sadio Mane (reuters)

Sadio Mane (reuters)

SELAIN Mohamed Salah dan Emre Can, pesepakbola muslim yang juga taat menjalankan perintah agama di Liverpool, adalah Sadio Mane. Penyerang Timnas Senegal itu bahkan selalu punya cara untuk tidak merasa kesepian selama menunaikan ibadah puasa di bulan ramadan, jauh dari kampung halamannya.

Salah satunya adalah dengan mengundang seorang imam masjid Liverpool datang kerumahnya untuk berbuka bersama.

Hal itu diketahui setelah Mane mengunggah sebuah foto di akun media sosial miliknya pada 4 Juni lalu. Dalam foto tersebut, Mane tengah melakukan buka puasa bersama dengan seorang imam masjid Liverpool yang belum diketahui namanya. Namun sosok imam masjid Liverpool tersebut kemungkinan sudah sangat mengenal Mane yang sudah dua tahun terakhir menetap di Liverpool sejak mendarat ke Anfield dari Southampton.

Buktinya, keduanya terlihat begitu akrab dan tampak sangat menikmati momen berbuka bersama tersebut. Selain itu, terlihat juga sejumlah makanan dan botol minuman yang siap mereka nikmati.

Sayang, tidak ada keterangan dari Mane terkait foto yang diunggahnya tersebut. Namun sejumlah orang memberikan pujian atas apa yang dilakukan Mane untuk berbuka puasa bersama imam masjid Liverpool tersebut.

sadiomanesujud

Sadio Mane selalu sujud syukur saat mencetak gol (reuters)

BANYAK PUJIAN

Hal itu membuat Sadio Mane mendapat banyak pujian dari para penggemarnya. Mane memang dikenal sebagai seorang pesepakbola muslim yang taat dan juga ramah dengan semua orang yang ditemuinya di luar lapangan. Tidak heran jika pemain berusia 26 itu memiliki banyak teman, meski tinggal sendirian jauh dari kampung halaman.

Meski jago bergaul, Mane tetap menjaga nilai-nilai agama yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Tidak heran jika teman-teman di sekelilingnya sangat menghormati sikap Mane yang tidak pernah sekalipun bersentuhan dengan minuman keras (miras).

“Saya bergaul dengan siapa pun selama mereka juga menghormati saya sebagai seorang muslim begitu juga dengan saya. Bagi saya, agama sangat penting dan oleh karena itu mereka tahu bahwa saya tidak akan menyentuh miras karena saya menghormati aturan Islam dan salat lima waktu setiap hari,” tandas Mane seperti dikutip The Sun belum lama ini.

Bagi Mane, hidup rukun dengan semua orang adalah sesuatu yang ia pelajari sejak kecil dari kedua orang tuanya.

“Bagi saya, teman adalah semua orang yang mau hidup berdampingan secara harmonis. Saya dibesarkan dengan benar dan cara yang benar. Orangtua saya sangat bangga dengan fakta saya adalah seorang pesepakbola profesional yang taat pada agama. Prinsip inilah yang selalu saya bawa kemana pun saya pergi. Sekarang saya mungkin saya berada di kota Liverpool, namun esok hari mungkin saja berada di tempat lain yang belum saya tahu,” lanjut pemain yang dikabarkan bakal hengkang ke Real Madrid.

Sejak memperkuat Liverpool, Mane juga kerap mengunjungi sejumlah masjid di kota pelabuhan tersebut. Hal itu semakin intens ia lakukan selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Selain itu, ia juga tetap berlatih dan bertanding meski tengah berpuasa. Menurutnya, hal itu sama sekali tidak mengganggu kinerjanya di lapangan. Saat ini, Mane bahkan masih fokus mempersiapkan diri untuk memperkuat Senegal di Piala Dunia 2018. Pada ajang bola sepak sejagad tersebut, Mane dan kolega tergabung di Grup H, bersama Polandia, Kolombia, dan Jepang. (junius/bu)