Tuesday, 23 October 2018

Wajib Membuat Nyaman Pengguna Jalan Tol

Sabtu, 9 Juni 2018 — 5:42 WIB

KASUS pelemparan batu dari Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO) ke Jalan Tol Jakarta – Cikampek menjadi perhatian publik. Ini dapat dipahami mengingat pada peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa, selain kerusakan dua mobil akibat terkena lemparan batu.
Belum lagi peristiwa terjadi bersamaan arus mudi Lebaran mulai mengalir melewati jalan tol tersebut.

Insiden itu sendiri terjadi Selasa (5/6/2018) pukul 04:00 di jalan tol arah Cikampek JPO KM 6.300 A Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Masih belum jelas apa motif pelemparan batu ke jalan tol. Beragam dugaan mencuat, ada yang menyebut aksi lempar batu itu akibat perbuatan iseng anak- anak yang sedang bermain di JPO. Ada juga dugaan pelakunya orang sakit jiwa.

Kami berharap polisi segera menguak tuntas kasus tersebut agar informasi tidak menyebar menjadi liar yang dapat menimbulkan trauma bagi para calon pemudik.

Puluhan juta warga akan mudik ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini. Memberikan rasa nyaman kepada pemudik, terutama yang melewati jalan tol makin menjadi prioritas menyusul peritiwa yang cukup menghebohkan tersebut. Sebab, pekan ini jalan tol mulai padat kendaraan arus mudik.

Diperkirakan puluhan juta warga akan mudik ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini. Sebagian di antaranya akan menempuh perjalanan darat menggunakan angkutan umum dan mobil pribadi.

Dari jumlah itu, boleh jadi, lebih dari 10 juta warga memanfaatkan jalan bebas hambatan yang sekarang sudah tembus hingga ujung Jawa Timur.

Menyusul aksi lempar batu, perlu gerak cepat dari aparat untuk mengamankan titik rawan pelemparan batu dari JPO di sepanjang jalan tol khususnya pada malam hari.

Kami mengapresiasi langkah jajaran Polres Bekasi Kota yang segera menempatkan anggotanya pada 12 JPO yang melintasi jalan Tol Jakarta – Cikampek di wilayah Kota Bekasi.Langkah ini hendaknya dilakukan pula di masing – masing Polres yang dilewati jalan tol.

Dari aspek infrastruktur menjadi tugas pengelola jalan tol membuat dan menambah jaring pengaman di setiap JPO guna mencegah orang berbuat iseng melempar sesuatu barang yang bisa membuat celaka pengguna jalan tol.

Langkah ini bagian dari tanggung jawab pengelola jalan tol memberi rasa aman dan nyaman kepada konsumennya. Hal lain yang tak kalah pentingnya penambahan lampu penerangan pada sejumlah ruas jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan tindak kriminalitas. Ini penting mengingat kecelakaan masih kerap terjadi dengan berbagai penyebabnya, serta aksi kejahatan dengan beragam modusnya.(*).