Sunday, 22 July 2018

Penumpang KA di Lampung Dibuat Semakin Nyaman

Minggu, 10 Juni 2018 — 1:15 WIB
Penumpang KA tertib di loket

Penumpang KA tertib di loket

LAMPUNG– PT KAI Divre IV Tanjungkarang, menetapkan masa angkutan lebaran tahun 2018 pada tanggal 5 hingga 26 juni 2018. Memasuki arus mudik H-6 Lebaran, tiket keberangkatan kereta api khusus kelas ekonomi maupun bisnis dan eksekutif komersil malam tujuan Tanjungkarang-Kertapati, Palembang sudah ludes terjual 100 persen.

“Tiket masih banyak tersedia, tapi memasuki H-6 Lebaran untuk keberangkatan kereta api khususnya kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif (komersil) malam tujuan Tanjungkarang-Kertapati sudah habis terjual 100 persen. Hal itu diketahui, dari hasil manifest penjualan tiket kita,”kata Kepala Stasiun Tanjungkarang, Tri Haryanto, Sabtu (9/6/2018)

Menurutnya, PT KAI Divre IV Tanjungkarang telah membuka layanan pemesanan tiket tersebut, sejak dua pekan yang lalu. Diakuinya, selain ludesnya tiket KA ekonomi, bisnis dan eksekutif tujuan Tanjungkarang-Kertapati, penjualan tiket di tanggal-tanggal lain belum terlalu signifikan.

“Kalau untuk keberangkatannya, kereta api jarak jauh ekonomi Ekspres Rajabasa berangkat pukul 08.30 WIB dan eksekutif serta bisnis Limeks Sriwijaya berangkat pukul 21.00 WIB,”ujarnya.

Penumpang memilih menunggu dalam KA sebelum berangkat

Tri Haryanto mengungkapkan, selama masa angkutan Idul Fitri 1439 H tahun 2018 ini, PT KAI Divre IV Tanjungkarang menyiapkan 2.235 tempat duduk. Jumlah tersebut, terbagi dalam keberangkatan KA komersil (Limeks Sriwijaya) Tanjungkarang-Kertapati sebanyak 442 tempat duduk, lalu KA Ekonomi (Ekspres Rajabasa) Tanjungkarang-Kertapati sebanyak 636 tempat duduk, jarak menengah ekonomi premuim (Kuala stabes) Tanjungkarang-Baturaja 640 tempat duduk dan lokal (KRD Seminung dan Way Umpu) Tanjungkarang-Kotabumi 765 tempat duduk.

“Kelas ekonomi, bisnis dan eksekutif masing-masing ditambah satu kereta, ekonomi kapasitas 106 tempat duduk, bisnis 64 tempat duduk dan eksekutif kapasitas 50 tempat duduk. Untuk yang lokal Tanjungkarang-Kotabumi, tiketnya dijual dua jam sebelum keberangkatan. Kalau kedatangan dari arah Baturaja-Tanjungkarang mulai H-10 sampai hari ini H-6 lebaran, sudah ada peningktan 10 persen,”ungkapnya.

Mengenai masalah tiket, kata Tri Haryanto, pemesanan bisa dilayani selama 24 jam melalui aplikasi KAI Acces, website.kai.id, Gerai Minimarket dan mobile apps yang dikelola oleh mitra yang terlah bekerjasama dengan KAI.

“Jadi saat ini, sangat gampang untuk memesan tiket kereta api. Untuk wilayah Sumatera khususnya Lampung tergolong masih aman, tapi kalau di Pulau Jawa, begitu dibuka tiket langsung habis ludes semua,”ucapnya.

Dengan semua persipan yang telah dilakukannya, pihaknya memprediksikan puncak arus mudik lebaran tahun 2018 terjadi pada H-3 lebaran atau pada tanggal 12 Juni 2018. Sementara untuk arus balik, diprediksi pada H+2 atau tanggal 18 Juni 2018.

“Perkiraan ini, saya kira hampir sama dengan angkutan moda transportasi lainnya,”tuturnya.

Menurutnya, angkutan kereta api di Kota Bandarlampung ini, memang belum diutamakan. Apalagi dengan adanya moda transportasi lain seperti bus, travel dan pesawat terbang yang memberikan promo menarik untuk penumpangnya.

“Tapi tidak bisa dipungkiri, kereta api masih memiliki penumpang yang setia menggunakan angkutan ini. Apalagi dengan adanya semua fasilitas yang ditambah, dapat dibuktikan setiap tahunnya tiket yang kita disiapkan ludes terjual semua,”bebernya.

Tri Haryanto mengutarakan, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan para penumpang, PT KAI Divre IV Tanjungkarang juga membatasi jumlah barang bawaan penumpang agar tidak melebihi 20 Kg. Bagi penumpang yang membawa barang bawaan melebihi yang sudah ditentukan, maka akan dikenakan biaya tambahan yang sudah diterapkan Rp 6.000/Kg untuk kelas bisnis, Rp 2.000/Kg kelas ekonomi dan Rp 10.000/Kg untuk kelas eksekutif.

“Kalau untuk tiket tidak ada kenaikan harga, namun kita terapkan menggunakan Tarip Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB),”ungkapnya.

Kemudian guna menjaga kelancaran selama dalam perjalanan, PT KAI Divre IV Tanjungkarang mengerahkan seluruh SDM yang dimilikinya melalui dari sarana dan prasarana. Seperti sebelumnya, titik berat pelaksanaan angkutan lebaran terletak pada faktor keselamatan, keamanan dan kelancaran selama perjalanan kereta api.

Selanjutnya untuk keselamatan perjalanan kereta api, lanjut Tri haryanto, pihaknya juga menambah petugas pemeriksa ekstra yang berjalan di rel dan itu dilakukan pada saat jam pagi dan jam malam. Pihaknya juga mengalokasikan jalur perlintasan-perlintasan yang tidak terjaga, supaya tidak terjadi kecelakaan di perlintasan tersebut. Selain itu juga, terus melakukan peningkatan pengawasan di jalur beberapa titik daerah rawan. Yakni dengan menyiapkan petugas posko dan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), berupa batu balas, bantalan rel, pasir serta melakukan pemeriksaan. (Koesma/b)