Friday, 22 June 2018

Mau Mudik Nggak Punya Kampung!

Senin, 11 Juni 2018 — 7:08 WIB
naga

“MUDIK, Pak? Oke, hati-hati ya? Maklum , namanya juga perjalanan, ada hal-hal yang nggak kita duga-duga. Oleh sebeb itu, harus sabar.Ya, bukan buat Bapak saja,tapi semuanya. Mudik sehat, aman dan nyaman!” ujar sahabat Bang Jalil, yang rajin bertelepon.

“ Tetangga yang pada pulang kampung. Saya jaga rumah aja,” ujar Bang Jalil.

“ Mudah-mudahan tetangga kita bisa Lebaran bersama sanak keluarga di kampung, dengan nyaman. Bisa bagi-bagi kebahagiaan selain dengan keluarga juga dengan tetangga, ya Pak?” kata istri Bang Jalil.

Bang Jalil mengiyakan. Lebih dari separuh warga ibukota dan sekitarnya bakalan mudik.
“ Jadi kita di sini bakalan sepi dong? “ kata sang istri.

“ Nggak juga,Bu. Lihat saja nanti. Kan kita merasakan beberapa tahun terakhir ini, pas Lebaran macetnya pindah ke pinggiran, terutama jalan yang menuju lokasi pemukiman. Pernahkan kita kena macet berjam-jam? Padahal kita naik motor?” kata Bang Jalil.

“ Halo, sudah siap, Pak?” tiba-tiba sahabat Bang Jalil yang sesama Betawi telepon lagi,” Saya sudah siap 99% untuk mudik!”

“ Kalau gitu tinggal jalan dong Pak?” kata Bang Jalil.

“ Betul, tapi yang satu presen ini, saya masih mencari?”

“ Maksud Bapak?”

“ Ya, cari kampung halamannya, yang belum dapat!”

Bang Jalil nyengir. Hemm, kalau gitu cari bini lagi tuh di luar Jakarta, biar bisa punya kampung? Kata Bang Jalil, dalam hati.

Tapi nampaknya, sang istri mengerti isi hati suaminya.” Awas, macem-macem. Sono pulang kampung pakai kolor doang!” -massoes