Tuesday, 19 June 2018

Pasar Blok G Ditata Pedagang Sejahtera

Senin, 11 Juni 2018 — 6:27 WIB

 

BAGI warga Jakarta tentu sangat kenal dengan kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pusat perbelanjaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara dan sangat melegenda ini akan terus ditata.

Pasca-Lebaran, Pemprov DKI Jakarta menjadwalkan menata lagi kawasan Pasar Tanah Abang. Mulai dari menata ulang Pasar Blok G hingga membangun skybridge atau jembatan layang.

Menghadirkan skybridge merupakan bagian upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengintegrasikan transportasi di kawasan pusat perbelanjaan itu. Selain sebagai tempat pedagang berusaha, skybridge akan memudahkan pejalan kaki.

Berdasarkan agenda, penataan kawasan Pasar Tanah Abang nantinya diawali dengan merevitalisasi Pasar Blok G. Bangunan berusia 30 tahun itu akan dirobohkan. Kemudian dibangun pasar yang di atasnya berdiri 1.500 unit rusunawa. Selanjutnya membangun skybridge untuk pejalan kaki dan pedagang Kaki-5.

Menata kawasan Pasar Tanah Abang memang sudah seharusnya dilakukan. Maklum kawasan pusat perbelanjaan yang ada sejak tahun 1735 itu dari masa ke masa terkesan semakin semrawut.
Apalagi di saat Ramadhan dan menjelang Lebaran, ketika banyak pengunjung memburu aneka barang terutama fashion, kawasan pusat perbelanjaan seluas 13,3 hektare itu terasa sumpek. Macet dan awut-awutan adalah potret kawasan Pasar Tanah Abang saat ini.

Wajar bila publik menyambut positif keputusan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno menata kawasan Pasar Tanah Abang tahap dua dengan merevitalisasi Pasar Blok G dan membangun skybridge.

Hanya saja sebelum penataan, Pemprov DKI Jakarta harus memperhatikan kelangsungan hidup pedagang yang ada di dua lokasi itu. Pastikan terlebih dahulu adanya tempat penampungan sementara untuk pedagang, sehingga dapur mereka tetap ngebul.
Sesuai dengan data, di Pasar Blok G tercatat ada 1.000 lapak tetapi hanya ditempati sekitar 400 sampai dengan 500 pedagang. Sementara itu, pedagang di Jalan Jatibaru tercatat 400 orang.

Publik tentu saja mendukung Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi Pasar Blok G. Sebab, dari dahulu sulit mengangkat citra pasar itu karena terganjal akses sehingga pembeli jarang yang datang. Bahkan ketika Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta berbagai cara sudah dilakukan untuk meningkatkan pengunjung. Hasilnya, gagal dan gagal.

Kini publik menunggu penataan tahap dua itu. Harapannya kawasan Pasar Tanah Abang tidak sumpek dan semrawut lagi. Tapi ingat, selama ditata, nasib pedagang tetap harus diperhatikan, sehingga mereka sejahtera. @*