Tuesday, 23 October 2018

Tentukan Idul Fitri, Pemerintah Gelar Sidang Isbat 14 Juni

Senin, 11 Juni 2018 — 22:21 WIB
teropong-hilal-300x216

JAKARTA – Tokoh agama Islam kembali akan memantau posisi hilal (bulan) untuk menentukan awal Syawal, atau Idul Fitri 1439 Hijirah.

Pemantauan hilal tersebut ilakukan bersamaan dengan akan digelarnya Sidang Isbat pada Hari Kamis, 14 Juni 2018, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Sidang tersebut dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan juga Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin. Selain itu, juga dihadiri perwakilan dari organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam.

Sidang Isbat juga akan dihadiri sejumlah instansi terkait yakni, duta besar negara sahabat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, dan lainnya.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin di Jakarta, Senin (11/06) mengatakan, lewat Sidang Isbat pihaknya akan memantau bulan (rukyatul hilal) untuk penetapan awal Syawal 1439 H.

“Rukyatul hilal akan dilaksanakan hari Kamis (14/06) mendatang pada 97 titik pemantauan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia,” terang Muhammadiyah Amin.

Ia menambahkan pihaknya telah mengirim petugas rukyatul hilal yang akan bekerjasama dengan kepala kantor wilayah Kemenag dan Ormas Islam untuk melakukan pemantauan hilal di 97 titik yang telah ditetapkan tersebut.

“Hasil rukyatul hilal dan data hisab tentang posisi hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam Sidang Isbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Syawal 1439H,” Muhammadiyah Amin menjelaskan.

Muhammadiyah Amin menjelaskan, proses sidang akan dimulai pukul 16:30 WIB, diawali dengan paparan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kemenag tentang posisi hilal secara astronomis menjelang awal Syawal 1439 H. Adapun proses Sidang Isbat, dijadwalkan berlangsung selepas Salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018.

Penetapan hari-hari besar ini, seperti Indul Fitri 1439 H sudah diteken dalam maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2018 yang ditandatangani Haedar Nasir dan Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Haedar berharap, maklumat tersebut bisa menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah. “Masyarakat maju dan modern memerlukan kepastian tanggal untuk berbagai keperluan sehingga jelas dan tidak menunggu H-1,” kata Haedar. (Johara)