Tuesday, 25 September 2018

Berburu Baju Bekas yang Dipakai Mirip Bintang Film

Selasa, 12 Juni 2018 — 1:53 WIB
Nawawi, pedagang baju bekas dengan dagangannya di Pasar Loak Poncol. (tarta)

Nawawi, pedagang baju bekas dengan dagangannya di Pasar Loak Poncol. (tarta)

JAKARTA – Pasar Loak Poncol, Senen, Jakarta Pusat, menjadi alternatif tempat berbelanja bagi warga yang berkantong tipis menghadapi Lebaran. Di pasar ini, baju bekas berkualitas dari berbagai merk dijual. Bila dipakai, penampilannya bisa menjadi trendi.

Meski tidak sebanyak pembeli pakaian baru, penjualan baju bekas tetap saja ada peminatnya. Ibnu, 57, sopir bajaj, terpaksa membeli pakaian bekas karena memang penghasilannya pas pasan.

“Inginnya sih Lebaran berpakaian baru tapi karena uangnya pas-pasan, baju bekas pun tidak apa-apa. Kalau dipakai juga orang tidak tahu. Yang penting pantas,” tutur Ibnu, Senin (11/6/2018).

Selain kualitasnya oke, baju bekas yang dijual di pasar loak modelnya tidak ketinggalan zaman. “Harganya juga murah. Ibaratnya kalau untuk beli baju baru cuma dapat sepotong, kalau di sini bisa dapat tiga potong” sambung pria yang ngontrak di kawasan Senen.

Pengakuan serupa diutarakan Darto, 35, kuli bangunan. “Biarpun baju bekas tapi kualitasnya luar negeri . Malah kalau dipakai bisa mirip bintang film,” ucapnya.

PENJUALAN ANJLOK

Nawawi, 63, pedagang pakaian bekas di Pasar Loak Poncol, mengaku omset penjualannya anjlok dibandingkan tahun lalu. “Sekarang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.

Pembeli pakaian bekas, kata Nawawi, umumnya berpenghasilan pas pasan. Seperti pemulung, tukang bajaj, buruh serabutan dan lainnya. “Di sini tidak ada pengaruhnya mau Lebaran atau tidak, tetap sama saja,” kata Nawawi.

Penjual baju bekas yang telah berdagang sekitar 10 tahunan ini, menjual barang dagangannya dengan harga bervariasi. Misalnya kaos dijual Rp10 ribu, celana pendek Rp10 ribu, jaket Rp25 ribu, baju kondisi bagus Rp30 ribu, celana panjang kondisi bagus Rp40 ribu. “Pembeli pakaian bekas bukan hanya warga Jakarta saja tapi banyak juga dari daerah,” beber Nawawi. (tarta/ruh/st)