Tuesday, 21 August 2018

Cari Nafkah, Jangan Jual Diri!

Selasa, 12 Juni 2018 — 5:50 WIB
bajubaru

BARU saja tamat ujian akhir SMP, dia sudah bekerja di salah satu toko pakaian. Bekerja separuh waktu. Kebetulan ada toko pakaian lagi pada sibuk banget hari-hari jelang Lebaran ini. ” Lumayan dapat honor bisa buat Lebaran,” ujar gadis manis tersebut.

Yang dimaksud buat Lebaran adalah sangat membutuhkan biaya. Siapa pun,yang merayakan, apalagi yang mau mudik. Biaya pulang kampung nggak sedikit. Makanya, pada berlomba-lomba mencari nafkah. Termasuk anak gadis yang masih belia tesebut. Mudah-mudahan nggak keterusan, dan ogah meneruskan sekolah ke yang lebih tinggi. Soalnya sudah keenakan dapat duit!

Itu contoh yang bagus, dalam pengertian seorang anak yang berusaha mencari nafkah membantu orang tua dan kebutuhan sendiri. Walaupun, seharusnya anak yang masih di bawah umur nggak boleh bekerja, sebelum selesai sekolah. Tapi, apa boleh buat, keadaan ekonomi yang selalu mendesak. Klise memang, tapi kenyataannya memang begitu!

Nah, celakanya ada banyak cewek yang mencari nafkah dengan jalan menyimpang. Terjun kedunia prostitusi. Gampng cari duit dengan jumlah banyak. Mereka nggak berpikir bahwa perbuatannya itu melanggar hukum dan juga agama.

Wanita berseragam SMA dijual dengan harga Rp1 juta sekali kencan. Kegiatan jualan eseks-eseks ini dibongkar oleh Polri. Mucikari yang mengendalikan bisnisnya dari Jember dan Jakarta sudah dibekuk. Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa bisnis tersebut masih banyak dimana-mana, baik melalui online maupun dari mulut ke mulut?

Kedua cerita tersebut, sama-sama mencari nafkah demi membantu ekonomi keluarga. Yang satu bisa benar karena kebutuhan ekonomi keluarga, tapi kisah yang satunya bisa karena gaya hidup.

Boleh saja, mau ikut gaya hidup yang bagaimana, silakan. Tapi, cari uangnya bukan hasil jual diri! Bukan karena dosa saja, tapi akan merusak masa depan yang berkepanjangan! -massoes